Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Okupansi Hotel di Indonesia Turun 3%-5% Kuartal I/2019

Transaksi dan okupansi hotel di Asia Pasifik tahun ini diprediksi bertumbuh hingga 15%. Namun, pada kenyataannya, bisnis hotel di Indonesia pada kuartal I/2019 tingkat okupansinya justru menurun.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 21 Maret 2019  |  18:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA –Transaksi dan okupansi hotel di Asia Pasifik tahun ini diprediksi bertumbuh hingga 15%. Namun, pada kenyataannya, bisnis hotel di Indonesia pada kuartal I/2019 tingkat okupansinya justru menurun.

Manager Research & Consultancy Coldwell Banker Commercial Angra Angreni mengatakan bahwa di Indonesia justru terjadi penurunan tingkat okupansi pada kuartal I/2019, salah satunya karena banyak investor yang wait and see dan mahalnya harga tiket pesawat.

“Terjadi penurunan tren sektor perhotelan pada kuartal I/2019 ini jika dibandingkan periode yang sama pada 2018, terutama bagi hotel bisnis atau MICE. Selain menunggu pemilu, masalah lainnya adalah harga tiket yang melonjak tinggi,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (21/3/2019).

Harga tiket perjalanan mengalami kenaikan bisa mencapai dua kali lipat per perjalanan. Menurut Angra, hal tersebut berdampak pada kegiatan bisnis oleh korporasi.

“Banyak perusahaan jadi cenderung mengurangi intensitas berkunjung dari satu ke kota lainnya atau mengurangi jumlah personil yang melakukan business trip, sehingga berdampak juga pada penurunan okupansi hotel secara rata-rata,” jelasnya.

Namun, untuk di DKI Jakarta sendiri, pergerakan okupansinya masih cenderung positif karena penyerapannya umumnya oleh pemerintah dan perusahaan yang ada di daerah Jakarta juga, untuk pertemuan dan rapat. Penurunan terjadi umumnya di hotel-hotel kota besar lain seperti Medan, Makassar, dan Balikpapan, yang tamunya umumnya berasal dari luar kota.

“Untuk penurunan rata-rata okupansi saat ini di kisaran 3% - 5%.  Bahkan Bali juga mengalami penurunan, selain karena tidak sedang dalam musim liburan, wisatawan domestik juga berkurang,” kata Angra.

Lantaran sepi, harga sewa hotel juga akan mengikuti jumlah okupansi. Untuk kebijakan harga dasar, hotel umumnya akan mempertahankan harga lama dari tahun lalu, sedangkan untuk pembaruan harga akan menunggu pemilu selesai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis hotel
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top