Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Transaksi Hotel Se-Asia Pasifik 2019 Diprediksi Tembus US$9,5 Miliar

Asia Pasifik diperkirakan akan mengalami pertumbuhan volume transaksi hotel sepanjang 2019 sebesar 15%, mencapai US$9,5 milar atau Rp134,4 triliun.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 21 Maret 2019  |  16:34 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Asia Pasifik merupakan satu-satunya yang diperkirakan akan mengalami pertumbuhan volume transaksi hotel sepanjang 2019 dengan pertumbuhan diperkirakan mencapai 15%, menjadikan keseluruhan total volume transaksi mencapai US$9,5 milar atau setara dengan Rp134,4 triliun tahun ini.

Hotels & Hospitality Group global CEO Jones Lang LaSalle Mark Wynne-Smith mengatakan, aktivitas investasi di Asia Pasifik melebihi ekspektasi pada 2018 dan 2019 diperkirakan akan tambah menguat untuk investasi hotel secara global.

“Dengan tingginya jumlah likuiditas utang dan ekuitas, bersamaan dengan semakin kompetitifnya penawaran aset, jumlah investasi hotel 2019 diprediksi makin menguat,” ujarnya dalam laporan Hotel Outlook 2019, Kamis (21/3/2019).

Aktivitas transaksi tahun lalu terdorong oleh perdagangan single asset, yang memacu ebih dari 83% dari total investasi sebesar US$8,3 miliar di seluruh Asia Pasifik. Adapun, Pengembang dan perusahaan ekuitas milik pribadi menjadi pembeli terbesar, menyerap hingga lebih dari 50% seluruh properti yang dijual.

Berdasarkan data JLL, untuk bangunan yang didirikan pada 2018, momentum investasinya diperkirakan akan menanjak dan makin cepat arena akan ada banya investor yang akan menjual asetnya dan mengantisipasi ledakan pengunjung, terutama di Jepang dan Singapura.

“Meskipun sering diterpa bencana alam, pasar hotel Jepang tetap menarik perhatian investor secara global. Mendekati 30% dari keseluruhan investasi hotel di Asia Pasifik, bahkan hingga melampaui China,” ungkap Nihat Ercan, Hotels & Hospitality Group Head of Hotel Investment Sales di JLL Asia.

Ercan menambahkan, pihaknya masih yakin kalau imbal hasilnya tetap rendah dengan terbatasnya potensi tekanan global lebih lanjut. Aetelah mengalami penurunan pada kuartal IV/2018, penawaran dan pembelian mulai merangkak pada awal tahun.

“Suku bunga secara umum sudah mulai stabil, sehingga investor bisa berfokus pada pertumbuhan pendapatan dan pasar, di mana fundamentalnya masih tetap kuat,” simpul Ercan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis hotel
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top