Uji Coba Biodiesel B20 Bagi Kendaraan Taktis TNI Berhasil Dilakukan

Penerapan pemanfaatan biodiesel secara luas untuk kendaraan taktis tinggal menanti persetujuan dari pihak tentara nasional Indonesia serta adanya regulasi terkait perizinan dari Kementerian Pertahanan.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 21 Maret 2019  |  15:05 WIB
Uji Coba Biodiesel B20 Bagi Kendaraan Taktis TNI Berhasil Dilakukan
Ilustrasi biodiesel - Reuters

Bisnis.com, KARAWANG- Penerapan pemanfaatan biodiesel secara luas untuk kendaraan taktis tinggal menanti persetujuan dari pihak tentara nasional Indonesia serta adanya regulasi terkait perizinan dari Kementerian Pertahanan.

Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose menyebutkan uji coba penggunaan biodiesel B20 bagi kendaraan taktis Pindad Komodo telah dilakukan dan tidak ditemui adanya masalah.

"Untuk kita full pakai B20 tentunya kita minta izin. Karena apakah nanti dari pihak TNI [dan] Kementerian Pertahanan sudah mengizinkan untuk kita menggunakan full untuk kendaraan tempur kita. Namun, secara operasional, secara teknikal itu no problem," ujarnya di sela-sela perayaan HUT BUMN ke 21 yang diadakan di Kampus Universitas Singaperbangsa, Kamis (21/3/2019).

Abraham menjelaskan uji coba ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kondensasi pada perangkat filtering mesin kendaraan atau kendala lain yang berpotensi menyebabkan alat taktis ini harus menjalani perawatan lebih sering ketika menggunakan biodiesel ketimbang bahan bakar solar biasa.

Setelah uji coba ini berakhir dan pemanfaatan biodiesel untuk kendaraan taktis disahkan, menurutnya, konsumsi biodiesel di bidang saran pertahanan akan meningkat drastis. Sedikitnya, saat ini ada 1.000 unit kendaraan yang bisa memanfaatkan biodiesel ini mulai dari tank, eskavator, armored personnel carrier (APC) dan lain-lain.

"Karena lebih spesifik, mesin-mesin itu kan high pressure sehingga jangan sampai kita kirim ke UN, [kinerjanya] terpengaruh," tambahnya.

Seperti diketahui, alat pertahanan buatan Pindad saat ini tak hanya digunakan di dalam negeri tetapi juga diekspor ke sejumlah negara lain. Tak jarang, alat-alat ini juga dimanfaatkan dalam misi perdamaian yang dihelat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB/UN).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa jika uji coba ini berakhir dan izin pemanfaatan biodiesel B20 untuk kendaraan taktis telah keluar, misi berikutnya adalah melakukan uji coba pemanfaatan B50. Namun, dia belum bisa memastikan kapal hal ini akan mulai dijalankan.

"Kalau dari B20 berhasil, malah kita mau coba ke B50. B20 nya selesai kita akan naik," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mandatori Biodiesel

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top