Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Resmi Beroperasi

Warga Sumatra Bagian Selatan mulai dapat memanfaatkan salah satu proyek infrastruktur yang telah lama dinantikan yang kini rampung dan siap digunakan. Proyek itu adalah Pembangunan Jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar yang terbentang sepanjang 140,9 kilometer (km).
News Editor | 08 Maret 2019 20:52 WIB
Kartu Tapcash BNI tampak di depan Gerbang tol Natar, Lampung Selatan. Kartu ini merupakan uang elektronik yang dikeluarkan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. sebagai alat pemayaran non-tunai - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Warga Sumatra Bagian Selatan mulai dapat memanfaatkan salah satu proyek infrastruktur yang telah lama dinantikan yang kini rampung dan siap digunakan. Proyek itu adalah Pembangunan Jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar yang terbentang sepanjang 140,9 kilometer (km).

Dalam peresmian jalan tol ini, hadir Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Lampung, hari ini.  Siaran pers PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) yang diterima Bisnis.com menyatakan beroperasinya proyek jalan ini merupakan pembuktian bahwa pembiayaan yang disalurkan BNI pada PT Hutama Karya (Persero), sebagai pelaksana pembangunan ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, sukses seperti yang direncanakan.

“BNI mencatat sejarah sebagai salah bank yang ikut mewujudkan proyek besar Trans Sumatra, secara bertahap, ruas demi ruas,” jelas keterangan pers tersebut. 

Turut hadir mendampingi Presiden yaitu pada kesempatan tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyo, dan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, serta pimpinan lembaga pembiayaan yang ikut menyalurkan kredit demi pembangunan jalan tol ini.

Hutama Karya memegang konsesi Jalan Tol Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar dengan masa konsesi selama 40 tahun, yaitu sejak 2015 hingga 2055. Total nilai proyek tersebut mencapai Rp16,7 triliun dan dibiayai secara sindikasi, berupa Kredit Investasi dari perbankan sebesar Rp8,06 triliun atau 48% dari project cost.

Proyek ini juga memperoleh fasilitas Cash Deficiency Support dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp7,5 triliun. Dengan demikian, total pembiayaan dari sindikasi perbankan ditambah dengan SMI mencapai Rp15,59 triliun.

Dorong Pertumbuhan

Achmad Baiquni menuturkan pada era globalisasi saat ini, pembangunan jalan tol merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menciptakan konektivitas antar wilayah. Tol juga diperlukan dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi, termasuk proyek Jalan Tol Trans Sumatra yang menghubungkan antara Bakauheuni, Provinsi Lampung di Selatan Sumatra hingga ke Utara di Provinsi Aceh. Panjang Jalan Tol Trans Sumatra sekitar 2.818 km.

"Akselerasi pertumbuhan dan pemerataan pembangunan infrastruktur jaringan jalan tol di Pulau Sumatra akan dapat lebih menjangkau dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat Indonesia, mulau dari pusat produksi hingga ke pasar,” ujar Baiquni.

BNI bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arrangerand Book Runner sekaligus Agen Fasilitas. Bank-bank yang juga turut terlibat dalam pembiayaan sindikasi tersebut Bank Mandiri, BCA, Maybank, CIMB Niaga, ICBC, Bank Permata, Bank Sumselbabel dan SMI.

Pada tanggal 20 Januari 2018, Presiden Joko Widodo juga telah meresmikan sebagian ruas jalan tol Bakauheni Terbanggi Besar yaitu untuk segmen Pelabuhan Bakauheni sampai Simpang Susun (SS) Bakauheni sepanjang 8,9 kilometer dan segmen SS Lematang sampai SS Kotabaru sepanjang 5,6 km.

Hutama Karya mendapat penugasan dari Pemerintah untuk membangun dan mengembangkan Jalan Tol Trans Sumatra melalui Peraturan Presiden No. 100 Tahun 2014 juncto Perpres No. 117 tahun 2015.

Tag : bni, hutama karya, lintas sumatra
Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top