Konsumen Anggap Penting Jarak Rumah ke Stasiun

Kesadaran penggunaan angkutan umum makin tinggi di masyarakat, sehingga mereka berupaya mencari rumah yang dekat dengan moda tersebut.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  16:16 WIB
Konsumen Anggap Penting Jarak Rumah ke Stasiun
Pengunjung mencoba virtual reality disamping maket hunian terintegrasi transportasi Stasiun Rawa Buntu yang dibangun dengan konsep Transit oriented Development (TOD) di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (10/12/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Langkah pemerintah untuk membangun akses jalan dan trasnportasi umum, ternyata berbuah manis bagi properti. Selain menjadi bahan pertimbangan bagi pencari rumah, akses transportasi juga mendorong pertumbuhan properti di suatu kawasan.

Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan orang semakin menyadari praktisnya beraktivitas menggunakan transportasi umum seiringan dengan makin majunya sarana transportasi di kota-kota besar di Indonesia.

"Di Jabodetabek misalnya, mereka yang rumah dan kantornya dekat stasiun commuter line memilih transportasi umum, meskipun mereka punya mobil sendiri. Selain praktis, menggunakan transportasi umum juga relatif lebih hemat," kata Marine, dikutip melalui keterangan resmi, Kamis (28/2/2019).

Berdasarkan survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index, mencatatkan sebanyak 61% dari 1.000 responden menganggap jarak hunian terhadap sarana transportasi umum seperti halte atau stasiun sebagai faktor yang sangat penting sebelum memutuskan membeli hunian.

Marine menjelaskan pembangunan infrastruktur juga menjadi stimulus pertumbuhan suplai hunian karena wilayah-wilayah yang tadinya dianggap antah-berantah, menjadi terasa lebih mudah dijangkau.

Dia mencontohkan Kecamatan Serpong di wilayah Tangerang Selatan, kini tumbuh menjadi salah satu kawasan hunian favorit. Kemudian Bekasi yang dulu dijauhi mulai kini makin diminati setelah pembangunan sejumlah jalan tol dan Light Rail Transit.

"Sejumlah pengembang pun tak ragu memasarkan propertinya dengan menjual kedekatan terhadap transportasi umum. Citra Maja Raya, misalnya. Kawasan hunian seluas 2000 hektare ini dibangun berbasis Transit Oriented Development (TOD) dengan Stasiun Maja sebagai simpul transportasi (hub)," jelas Marine.

Contoh lainnya adalah Kawasan Jakarta Timur. Rumah.com Property Index mencatat kenaikan indeks harga properti Jakarta Timur meningkat sebesar 48% sejak awal tahun 2015 atau dimulainya pembangunan LRT, hingga akhir tahun 2018. Kenaikan ini hampir dua kali lipat kenaikan indeks harga properti DKI Jakarta secara keseluruhan, yang mencapai 27%.

Marine mengatakan data Rumah.com Property Index ini memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

Demikian juga di Kawasan Bekasi, yang diprediksi menjadi pintu masuk bagi kaum suburban menuju Jakarta, pembangunan infrastruktur juga terus berjalan. Mulai dari sarana transportasi massal seperti Light Rail Transit (LRT), Tol Becakayu, hingga Elevated Tol Jakarta-Cikampek. Hal ini pun juga berdampak pada kenaikan harga propertinya seperti yang ditunjukkan pada Rumah.com Property Index Kawasan Bekasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transit oriented development

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup