Rest Area Tol Pejagan-Pemalang Telan Rp250 Miliar

Konsorsium yang terdiri atas enam perusahaan menyiapkan investasi Rp250 miliar untuk revitalisasi eks pabrik gula menjadi rest area Banjaratma di jalan tol Pejagan—Pemalang.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  06:52 WIB
Rest Area Tol Pejagan-Pemalang Telan Rp250 Miliar
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung (ketiga kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (keempat kanan), Menteri BUMN Rini Soemarno (kelima kanan) dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin (kedua kiri) memberikan sambutan sewaktu peresmian jalan tol Pejagan-Pemalang di Gate Tol Tegal, Kalimati, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11/2018) lalu. - ANTARA/Oky Lukmansyah

Bisnis.com, JAKARTA — Konsorsium yang terdiri atas enam perusahaan menyiapkan investasi Rp250 miliar untuk pembangunan tempat istirahat dan pelayanan Banjaratma di jalan tol Pejagan—Pemalang. Rest area atau Tempat istirahat dan pelayanan (TIP) yang berlokasi di KM 260 ruas yang dikelola PT Waskita Toll Road itu akan memanfaatkan eks Pabrik Gula Banjaratma, Brebes.

Direktur Utama PT Waskita Toll Road Herwidiakto mengatakan bahwa keenam perusahaan itu terdiri atas BUMN dan anak usahanya.

Perusahaan yang berhimpun di dalam konsorsium tersebut adalah PT Waskita Karya Tbk., PT Pembangunan Perumahan Tbk., PT PP Properti Tbk., PT Jasamarga Properti, PT Perkebunan Nusantara IX, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia. Konsorsium itu mendirikan PT PP Sinergi Banjaratma dengan setoran modal awal sebesar Rp12,58 miliar.

Saat ini, katanya, pekerjaan konstruksi masih berlangsung dan diharapkan rampung pada Agustus 2019.

"Kami usahakan Lebaran nanti sudah bisa beroperasi, tapi mungkin [fasilitasnya] tidak komplet," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (26/2/2019).

Herwidiakto menjelaskan bahwa TIP di KM 260 itu akan menjadi landmark dari jalan tol Pejagan—Pemalang.

Dia beralasan, TIP ini dibangun di lokasi yang istimewa, yaitu di Pabrik Gula Banjaratma. Pabrik gula berusia 175 tahun itu kini tidak lagi beroperasi.

Pengembangan TIP KM 260, lanjutnya, bakal menyerupai restorasi Pabrik Gula Tjolomadoe di Solo. Pabrik gula tersebut telah disulap menjadi wisata museum, ruang pertemuan, dan pertunjukan. Pengembangnya adalah PT Sinergi Colomadu, konsorsium yang terdiri atas lima BUMN.

Selain PT Waskita Toll Road, operator jalan tol yang gencar membangun TIP adalah PT Jasa Marga Tbk.

Melalui anak usahanya yakni PT Jasamarga Properti, operator jalan tol pelat merah itu mengelola 27 TIP di lintas jalan tol Trans-Jawa.

Direktur Teknik PT Jasamarga Properti Tita Paulina Purbasari mengatakan bahwa hingga Februari 2019, perusahaan telah mengoperasiikan delapan TIP di lima ruas jalan tol, yaitu Palimanan—Kanci (1 TIP), Batang—Semarang (1 TIP), Solo—Ngawi (3 TIP), Ngawi—Kertosono (2 TIP), dan Surabaya—Mojokerto (1 TIP).

Tita menambahkan bahwa sebanyak enam TIP juga tengah dibangun dan sudah dibuka meski fasilitasnya terbatas. Keenam TIP itu berlokasi di ruas Batang—Semarang dan Solo—Ngawi.

"Kami menargetkan sebelum Lebaran sudah bisa beroperasi. Tidak semua rest area berukuran besar atau tipe A, tetapi ada juga yang kecil, tipe B," ujarnya, belum lama ini.

TIP dibagi ke dalam tiga tipe sebagaimana diatur Peraturan Menteri PUPR Nomor 10/PRT/M/2018 tentang Tempat Istirahat dan Pelayanan pada Jalan Tol. Tipe A merupakan tipe dengan fasilitas paling lengkap dengan luas minimal 6 hektare, sedangkan tipe B minimal 3 hektare.

Fasilitas yang harus ada di dalam TIP tipe A yaitu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), anjungan tunai mandiri (ATM), toilet, klinik kesehatan, bengkel, dan kios. Selanjutnya minimarket, musala, restoran, ruang terbuka hijau, dan sarana parkir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, rest area

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top