Peresmian Jaringan Gas : Emak-Emak Senang Stok Gas Rumah Tangga Lancar

Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan jaringan gas di Kabupaten Bogor pada Rabu (27/2). Dalam peresmian tersebut, Jonan nampaknya tak ingin melewatkan kesempatan untuk mengetahui bagaimana kesan masyarakat terhadap adanya jaringan gas tersebut.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 27 Februari 2019 16:26 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) memasak tahu saat peresmian sambungan jaringan gas bumi rumah tangga di Puri Nirwana 3, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019). - ANTARA/Arif Firmansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan jaringan gas di Kabupaten Bogor pada Rabu (27/2). Dalam peresmian tersebut, Jonan nampaknya tak ingin melewatkan kesempatan untuk mengetahui bagaimana kesan masyarakat terhadap adanya jaringan gas tersebut.

Dirinya pun lantas meminta empat orang perwakilan ibu-ibu yang hadir untuk maju dan mengungkapkan kesan selama menggunakan jaringan gas itu.

Dihadapan Jonan, ibu pertama dan kedua, tanpa menyebutkan nama, mengaku selama menggunakan jargas, api yang dihasilkan lebih bagus ketimbang saat menggunakan LPG. “Alhamdulillah walaupun saya mengecilkan api tapi apinya bagus,” katanya.

Ibu ketiga mengaku, selama menggunakan LPG, dirinya merasa terganggu dengan bau gas yang dihasilkanya. “Satu hal yang saya rasakan itu baunya. Tapi kalau pakai jargas, saya pasang jargas sejak 20 Februari, itu enggak ada bau gasnya,” katanya.

Adapun,  ibu keempat, mengaku bahwa selama ini di kabupaten Bogor, ketersediaan LPG 3 kg cukup langka. Dengan adanya jaringan gas bumi tersebut, menurutnya, sangat cukup membantu dimana stok gas akan terus ada.

“Selama ini ada kelangkaan membeli gas 3 kg. Tapi pas ada jargas ini sangat membantu sekali,” kata ibu keempat yang tidak menyebutkan namanya itu.

Untuk diketahui, Jonan mengatakan salah satu tujuan dibangunnya jaringan gas adalah untuk mengurangi impor LPG.   

Selama ini, total konsumsi LPG mencapai 6,5 juta ton sedangkan produksi nasional hanya mencapai 2,5 juta ton. Sisanya, kata Jonan, pemerintah harus mengimpor LPG dimana setiap tahun biaya impor kurang lebih mencapai Rp50 triliun atau US$3 miliar. “Sayang uangnya, kalau bisa ini dihemat untuk pembangunan,” kata Jonan.

Sebagai informasi, sepanjang 2018, sudah ada 5.120 rumah yang tersambung dengan jaringan gas. Nantinya, pada tahun ini, Jonan berjanji akan menambah paling tidak 1.000 hingga 2.000 sambungan jargas khusus di Kabupaten Bogor. “2019 ini rencananya akan bangun jargas di Purwakarta, Depok, dan Bekasi. Jadi Bogor ini kami usahakan ada lagi tahun ini 1000 sampai 2000 sambungan.”

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gas, gas bumi, gas alam

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup