Trump: Ekonomi Global Terlalu Rentan Hadapi Kenaikan Harga Minyak

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali 'menyerang' Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  08:22 WIB
Trump: Ekonomi Global Terlalu Rentan Hadapi Kenaikan Harga Minyak
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - REUTERS/Yuri Gripas

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali 'menyerang' Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Melalui Twitter, Trump mendesak OPEC untuk tidak terlalu agresif soal harga minyak. Lewat cuitannya itu, Trump juga memperingatkan bahwa ekonomi global terlalu rentan untuk menghadapi kenaikan harga minyak.

Twit terbaru Trump muncul menjelang perhelatan International Petroleum Week, yang dibuka di London pada Selasa (26/2/2019) waktu setempat. Acara tahunan yang dihadiri para pelaku pasar minyak ini berisikan konferensi dan cocktail party.

Harga minyak AS dan global seketika anjlok pada perdagangan Senin (25/2/2019) akibat komentar terbaru Trump.

Retorika Trump dengan kartel minyak tersebut telah memengaruhi perubahan harga yang besar tahun lalu, ketika ia menekan OPEC untuk menjaga minyak tetap mengalir demi membantu konsumen.

Twit Trump tentang OPEC sebelumnya disampaikan pada 5 Desember, sehari sebelum kelompok itu menggelar pertemuan di Wina. Saat itu Trumo menyerukan agar OPEC menjaga minyak mengalir seperti apa adanya.

Namun, OPEC justru mengumumkan pengurangan produksi yang lebih dalam dari perkiraan.

Intervensi Trump dilancarkan setelah harga minyak naik sekitar 22% tahun ini karena langkah pengurangan produksi oleh OPEC dan sekutunya, meredanya kekhawatiran soal dampak ekonomi akibat perang perdagangan AS-China, dan pengenaan sanksi Washington terhadap minyak asal Venezuela.

Kini, tekanan dari Trump sekali lagi membuat Arab Saudi dan anggota OPEC lainnya terikat.

Sehubungan dengan pergerakan harga baru-baru ini, baik minyak acuan AS dan internasional telah berada di dekat wilayah jenuh beli (overbought).

Pada Jumat (22/2), indeks kekuatan relatif 14 hari untuk minyak berjangka Brent London diperdagangkan naik ke dekat 70, level kunci yang menunjukkan kemungkinan overbought.

“[Trump] telah berhasil berbicara tentang pasar yang lebih rendah, tidak diragukan lagi,” ujar Bob Yawger, direktur divisi berjangka di Mizuho Securities USA.

“Dengan minyak mendekati atau di wilayah overbought, Anda membutuhkan percikan seperti cuitan-nya pagi ini yang kurang lebih menekan OPEC,” tambah Yawger, sebagaimana diberitakan Bloomberg.

Para menteri dari negara-negara utama OPEC dan aliansinya dijadwalkan akan bertemu untuk meninjau kembali kesepakatan pengurangan produksi mereka di Baku pada 18 Maret, sebelum menggelar pertemuan penetapan kebijakan utama di Wina sebulan kemudian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, Donald Trump

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top