Cuckoo, Perusahaan Alat Rumah Tangga Korsel Ingin Bangun Pabrik di Indonesia

Pabrikan peralatan rumah tangga asal Korea Selatan, Cuckoo, targetkan pembangunan pabrik di Indonesia dalam 5 tahun mendatang. Potensi pasar yang besar membuat korporasi fokus menggarap pasar Indonesia mulai tahun ini.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  21:00 WIB
Cuckoo, Perusahaan Alat Rumah Tangga Korsel Ingin Bangun Pabrik di Indonesia
Sistem penyaringan Cuckoo, 6 tahap sistem penyaringan untuk menghasilkan air berakali ringan. - Cuckoo

Bisnis.com, JAKARTA – Pabrikan peralatan rumah tangga asal Korea Selatan, Cuckoo, targetkan pembangunan pabrik di Indonesia dalam 5 tahun mendatang. Potensi pasar yang besar membuat korporasi fokus menggarap pasar Indonesia mulai tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur Cuckoo Indonesia Toh Seng Lee kepada Bisnis, Rabu (20/02/2019) di Jakarta. Dia menjelaskan Cuckoo yang menguasai 74% pasar peralatan rumah tangga di Korea Selatan kini melirik pasar Indonesia.

Lee menilai Indonesia merupakan pasar potensial mengingat banyaknya penduduk yang disertai tumbuhnya kelas menengah. Hal tersebut membuat Cuckoo memutuskan masuk ke pasar Indonesia disertai rencana pembangunan pabrik peralatan rumah tangga.

"Saat ini seluruh produk kami diproduksi di Korea Selatan. Kami berencana membangun pabrik di Malaysia sebagai hub Asia Tenggara tahun depan, di Indonesia kami berencana membangun pabrik dalam 5 tahun," ujar Lee kepada Bisnis.

Cuckoo masuk ke pasar Indonesia melalui produk pemurni air yang diluncurkan pada Rabu (20/2/2019) di Jakarta. Dengan pasar yang potensial, Lee menjelaskan, pihaknya optimistis dapat meraih 1.000 pelanggan pada akhir tahun ini.

Lee menjelaskan, setelah mengenalkan pemurni air, Cuckoo akan membawa produk pemurni udara dan rice cooker masuk ke Indonesia. Penerimaan produk-produk tersebut kemudian akan ditinjau dan menjadi pertimbangan korporasi dalam pengembangan produk peralatan rumah tangga melalui pabrik di Indonesia.

Lee menjelaskan, pihaknya melihat peluang penjualan peralatan rumah tangga dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) konsumsi rumah tangga pada 2018 catatkan nilai 5,05%, meningkat dari 2017 sebesar 4,95%.

Dalam kesempata terpisah, President Driector Tiga Berlian Electric Jino Sugianto menjelaskan peralatan elektronik rumah tangga mencakup 60% dari seluruh industri peralatan elektronik. Dia memperkirakan industri peralatan elektronik dapat tumbuh hingga 10% pada 2019 seiring pertumbuhan PDB dan konsumsi rumah tangga.

"Jadi, yang akan menopang industri elektronik ini adalah lebih kepada home appliances. Seperti showcase dan chest freezer pun akan tumbuh," ujar Jino beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan penguatan industri hulu yang memproduksi komponen lokal dapat menguatkan industri peralatan elektronik. Selain itu, kebijakan bea masuk bagi komponen yang masih diimpor dapat mendorong tumbuhnya industri tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
alat rumah tangga

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top