745 Perusahaan Berpeluang Dapat Skema Keringanan Pajak hingga 200%

Pemerintah telah menyiapkan skema keringanan pajak hingga 200% bagi industri yang terlibat dalam pendidikan vokasi melalui kebijakan super deductable tax. Sedikitnya 745 perusahaan berpeluang mendapatkan insentif fiskal ini.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  23:45 WIB
745 Perusahaan Berpeluang Dapat Skema Keringanan Pajak hingga 200%
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (ketiga kiri) berdampingan bersama Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam (kiri), Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Darmawan Widjaja (kanan), Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman (kedua kiri) dan Anggota Komisi VI DPR Dito Ganinduto (kedua kanan) sesaat setelah acara peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri di Kawasan Industri Makassar (Kima) Sulawesi Selatan, Rabu (16/1/2019). - TMMIN

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah telah menyiapkan skema keringanan pajak hingga 200% bagi industri yang terlibat dalam pendidikan vokasi melalui kebijakan super deductable tax. Sedikitnya 745 perusahaan berpeluang mendapatkan insentif fiskal ini.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa institusinya telah menggulirkan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi dalam menuju era industri 4.0, seperti program pendidikan vokasi yang link and match antara industri dengan SMK.

“Kami mengapresiasi karena banyak industri yang terlibat, hingga saat ini sudah mencapai 745 perusahaan dengan menggandeng sebanyak 2.074 SMK,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Rabu (20/2/2019).

Selain itu, untuk pengembangan sumber daya manusia di politeknik, Kemenperin punya program skill for competitiveness (S4C) yang bekerja sama dengan Swiss dalam menerapkan pendidikan sistem ganda (70% praktik dan 30% teori).

Dia mengatakan bahwa bagi industri yang terlibat dalam pengembangan pendidikan vokasi berpeluang mendapatkan super deductable tax. Kebijakan ini melengkapi insentif tax allowance dan tax holiday, untuk mengakselerasi industri manufaktur menuju revolusi industri 4.0.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tax holiday

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top