Kolaborasi dengan Akademisi, DJBC Ukur Efektivitas Fasilitas Kawasan Berikat dan KITE

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, LPEI, dan UNIED meluncurkan hasil kajian mengenai kontribusi ekonomi fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 18 Februari 2019  |  13:06 WIB
Kolaborasi dengan Akademisi, DJBC Ukur Efektivitas Fasilitas Kawasan Berikat dan KITE
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, LPEI, dan UNIED meluncurkan hasil kajian mengenai kontribusi ekonomi fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor.

Dalam hasil kajian tersebut, tim peneliti dari UNIED memaparkan bahwa, berdasarkan kajiannya tahun 2017, total fasilitas KB dan KITE sebanyak Rp57,28 triliun. Dengan total ekspor sebanyak Rp780,83 triliun, kontribusi KB dan KITE ke ekspor nasional sebanyak 34,37%.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi mengatakan bahwa survei tersebut merupakan yang kedua kalinya,  dilakukan untuk melihat efektivitas pemberian fasilitas fiskal tersebut.
"Ini yang kami harapkan sehingga pemberian insentifnya bisa lebih fokus," kata Heru Pembudi, Senin (18/2/2019).
Adapun, dari hasil kajian itu juga memparkan, dengan berbagai kemudahan yang ada di dalamnya, KB dan KITE juga berhasil memperbaiki rasio ekspor terhadap impor. Di Kawasan Berikat rasio ekspor terhadap impor sebanyak 2,15 dan KITE sebanyak 4,68.
Heru mengatakan ke depan, pemerintah akan melakukan berbagai pembenahan untuk terus mendorong efektivitas kawasan berikat tersebut. Intinya, dengan fasilitas tersebut, pemerintah dapat menambah nilai ekonomi kawasan atau fasilitas tersebut terhadap perekonomian nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bea Cukai, kawasan berikat

Editor : Gita Arwana Cakti
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top