Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menpar Arif Yahya: Pemulihan Pariwisata Lombok Terganggu Naiknya Tiket Pesawat

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai kenaikan harga tiket pesawat cukup mempengaruhi pariwisata Lombok yang sedang dalam masa pemulihan pascagempa.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 17 Februari 2019  |  14:59 WIB
Menteri Pariwisata Arif Yahya (kanan) didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kedua kanan) dan Kepala Bandara Blimbingsari Banyuwangi Dodi Dharma Cahyadi (kiri) meninjau terminal baru di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (16/6). - Antara/Budi Candra Setya
Menteri Pariwisata Arif Yahya (kanan) didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kedua kanan) dan Kepala Bandara Blimbingsari Banyuwangi Dodi Dharma Cahyadi (kiri) meninjau terminal baru di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (16/6). - Antara/Budi Candra Setya

Bisnis.com, KUTA – Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai kenaikan harga tiket pesawat cukup mempengaruhi pariwisata Lombok yang sedang dalam masa pemulihan pascagempa.

Arif Yahya memerinci sebelum terjadi kenaikan harga tiket pesawat, kunjungan wisata ke Lombok yang awalnya 30% dari rata-rata kondisi normal telah naik menjadi 50% wisatawan. Hanya saja, ketika kenaikan harga tiket pesawat terjadi, kunjungan wisata ke Lombok kembali turun menjadi 30% dari kondisi normal.

“Masalah di Lombok bukan karena gempa, recovery [pemulihan] gempa sudah selesai, kita recovery [pemulihan] yang lain sekarang yaitu harga tiket,” kata Arif Yahya, Minggu (17/2/2019).

Sebagai upaya pemulihan selanjutnya, Kementerian Pariwisata akan memfokuskan promosi wisata Lombok Selatan yang tidak terlalu banyak terkena dampak gempa, seperti Kuta Mandalika yang dinilai 100% aman dikunjungi.

Menurutnya, kenaiakan harga tiket pesawat ini memang hampir mempengaruhi semua destinasi di Indonesia. Rata-rata tingkat hunian kamar (okupansi) menurun sekitar 50% sampa 60% pada perhitungan Januari-Februari 2019 dibanding periode sama tahun lalu.

Biasanya, saat masa low season yang terjadi pada bulan-bulan tersebut, penurunan okupansi hanya sekitar 30% dibanding high season yang terjadi pada akhir tahun.

“Ekosistem [wisatawan] akan sangat terganggu, jadi akibatnya okupansi hotel drop, bandara terkena impact dari kenaiakan harga besar dan mendadak,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenparekraf lombok arif yahya
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top