Pacu Pembangunan Arsitektur Ikonik, Delution Luncurkan Anak Usaha Baru

Delution, konsultan arsitek dan desain, melebarkan sayap dengan meluncurkan anak perusahaan baru di bidang properti bernama Vortiland.
Fitri Sartina Dewi | 14 Februari 2019 01:35 WIB
Ilustrasi properti Jakarta. - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA – Delution, konsultan arsitek dan desain, melebarkan sayap dengan meluncurkan anak perusahaan baru di bidang properti bernama Vortiland.

Delution dikenal publik lewat beberapa proyeknya yang viral serta keberhasilannya meraih penghargaan tingkat dunia seperti Splow House dan Gedung DPD Golkar Jakarta.

CEO Delution Muhammad Egha mengungkapkan Vortiland sebagai perusahaan properti diharapkan dapat mempercepat pembangunan arsitektur dan ruang-ruang ikonik di Indonesia dengan skala kuantitas yang lebih tinggi dan hal itu memang sudah menjadi visi Delution.

“Mimpi kami ingin agar arsitektur ikonik bisa tumbuh sebanyak-banyaknya supaya menciptakan peradaban negara yang lebih baik sehingga Indonesia bisa dipandang lebih baik di dunia internasional,” ujarnya melalui keterangan resmi pada Rabu (13/2/2019).

Sebelumnya, lewat Delution pihaknya hanya mampu memproduksi sekitar 20 hingga 30 karya arsitektur ikonik setiap tahunmya. Dengan keberadaan Vortiland, dia berharap produksi karya arsitektur bisa meningkat hingga 100 hingga 150 karya setahun.

Vortiland nantinya memiliki produk yang berbeda dengan pemain properti Tanah Air kebanyakan.

Direktur Operasional Vortiland, Angga Sadikin, menjelaskan bahwa denga mengusung slogan Create a new way in Leading Development, Vortiland memastikan produk yang dihasilkan selalu bersifat ikonik arsitektur dan dapat menjadi benchmark baru bagi perkembangan properti di Indonesia.

“Dengan Vortiland, kami menjamin hasil pembangunan konstruksi produknya bisa mencapai tingkat akurasi 98% dari konsep desainnya. Ini salah satu fokus kami untuk menjawab realitas produk properti yang kebanyakan selalu berbeda dengan gambar konsepnya," paparnya.

Tag : properti
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top