Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Utilitas Rig Meningkat Sokong Pendapatan Pertamina Drilling Service

Faktor permintaan penurunan harga jasa sewa harian rig, menyebabkan pertumbuhan pendapatan PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) naik tipis pada 2018.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 20 Januari 2019  |  17:31 WIB
Utilitas Rig Meningkat Sokong Pendapatan Pertamina Drilling Service
Suasana pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di RIG Maera, South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA — Faktor permintaan penurunan harga jasa sewa harian rig, menyebabkan pertumbuhan pendapatan PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) naik tipis pada 2018.

Sepanjang tahun lalu, pendapatan konsolidasi PDSI tercatat US$238 juta melebihi target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Revisi senilai US$237 juta. Jika dibandingkan dengan pendapatan 2017 senilai US$235 juta, maka pertumbuhan pendapatan anak usaha PT Pertamina yang bergerak di bidang jasa hulu migas terbilang lambat.

Meskipun harus mengawali tahun dengan permintaan menurunkan harga jasa sewa harian rig, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) tetap mencatatkan kinerja memuaskan di sepanjang 2018.

Direktur Utama PDSI Budhi N. Pangaribuan mengatakan pihaknya mampu mempertahankan pendapatan pada 2018 karena mampu meningkatkan angka utilitas dan produktivitas rig.

“Kami mampu mempertahankan pendapatan di tahun ini salah satunya karena kami mampu meningkatkan angka utilitas dan produktivitas rig, serta sebaliknya menekan angka non-productive time [NPT],” katanya melalui keterangan tertulis, Minggu (20/1/2019).

Kendati pertumbuhan pendapatan terbilang stagnan, PDSI mampu mencatatkan laba bersih senilai US$18 juta atau 150% dari target 2018. Terkait pengerjaan proyek, PDSI telah menyelesaikan di 319 sumur (termasuk eksplorasi, eksploitasi, well service dan workover) sepanjang 2018.

Dalam beroperasi, PDSI didukung oleh keberadaan sembilan unit cyber rig berkapasitas 1000-1500 HP. Keberadaan rig cyber yang digunakan PDSI terbilang jenis rig dengan teknologi tinggi dan canggih.

Dengan rig cyber yang dimilikinya PDSI berhasil menuntaskan side track operation untuk pekerjaan di Albatros Putih-001 Tuban, Jawa Timur, Bambu Besar (BBS) B1 dan B2 di Jawa Barat, serta Titanum 001 Aceh. PDSI juga telah melakukan pengeboran berarah tipe S di wilayah kerja PEPC ADK, Cepu, Jawa Timur.

Selain dari jasa penyewaan rig dan layanan pengeboran, secara umum pendapatan 2018 dapat dipertahankan karena perseroan mampu mengoptimalkan keberadaan unit bisnis non-rig services, seperti Top Drive, H2S Monitoring Unit, Horizontal Drilling, Aerated Drilling, Water Pump, Fishing & Milling, Coring, hingga Integrated Project Management, dan Well Control Team.

Budhi optimistis PDSI dapat mempertahankan bahkan meningkatkan pendapatannya lebih besar lagi di akhir 2019.

Selain karena faktor peluang-peluang kerja baru berskala besar yang terbuka lebar bagi PDSI dan PDC, keyakinan ini tidak lepas dari kehadiran Indonesia Drilling Training Center (IDTC).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina infrastruktur migas
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top