2.200 MW Pembangkit Listrik Beroperasi Tahun Ini

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyebut ada sekitar 2.200 MW pembangkit listrik yang akan beroperasi pada 2019 ini, menyesuaikan dengan RUPTL tahun ini.
Anitana Widya Puspa | 12 Januari 2019 01:00 WIB
Pekerja mengatur kabel di area Tailrace Tunnel proyek PLTA Jatigede, di Sumedang, Jawa Barat, Kamis (6/4). - Antara/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA—PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyebut ada sekitar 2.200 MW pembangkit listrik yang akan beroperasi pada 2019 ini, menyesuaikan dengan RUPTL tahun ini.

Direktur Perencanaan Korporat PT PLN Syofvi Felienty Roekman menyebutkan sejumlah proyek besar yang akan COD pada 2019 yaitu PLTA Jatigede (2x55 MW) dan Rajamandala (1x47 MW).

Sisanya untuk PLTU perseroan masih mengupayakan agar yang berkapasitas besar bisa diikutsertakan di tahun ini.

Menurut Syofvi percepatan bisa dilakukan karena banyak pembangkit yang mundur dari RUPTL sebelumnya, tetapi ternyata saat ini progress konstruksinya cukup bagus untuk bisa dimajukan.

"PLTU dan PLTA kami percepat agar fuel mix-nya bagus, Biaya Pokok Produksi (BPP) listriknya bagus terus,"katanya dikutip Jumat (11/1/2018).

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM menargetkan adanya penambahan kapasitas terpasang pembangkit listrik di 2019 sebesar 3.976 MW menjadi 66.565,71 MW dari realisasi kapasitas terpasang di 2018 yang sebesar 62.589,71 MW.

Kendati demikian, Andy menyebut RUPTL (rencana usaha penyediaan tenaga listrik) masih terus dibahas yang rencananya akan digelontorkan Januari ini.

Tag : PLN, pembangkit listrik
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top