Jokowi Ingin Ekosistem Online Dimeriahkan Pelaku Usaha Dalam Negeri

"Jangan sampai karena produk UKM tak bisa masuk malah diisi barang-barang dari luar. Jangan sampai kejadian ini terjadi. Mungkin sementara enggak apa-apa, namun jangka menengah harus diusahakan agar barang-barang semuanya produk dalam negeri kita," kata Jokowi dalam Perayaan Ulang Tahun ke-9 Bukalapak di Jakarta Convention Center, Kamis (10/1/2019).
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 10 Januari 2019  |  23:50 WIB
Jokowi Ingin Ekosistem Online Dimeriahkan Pelaku Usaha Dalam Negeri
Presiden Joko Widodo (dari kiri) berbincang dengan Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky, Co-Founder dan President Fajrin Rasyid dan Co-Founderdan CTO Nugroho Herucahyono saat meninjau warung mitra Bukalapak saat peringatan HUT ke-9 Bukalapak dengan tema Menerobos Batas, di Jakarta, Kamis (10/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menginginkan melesatnya pertumbuhan ekonomi digital saat ini juga dirasakan oleh pelaku Usaha Kecil dan Mikro (UKM) di Indonesia.

Menurutnya, market place digital di Indonesia yang saat ini dikuasai oleh perusahaan lokal juga harus diisi oleh pelaku usaha dalam negeri, terutama pelaku UKM.

"Jangan sampai karena produk UKM tak bisa masuk malah diisi barang-barang dari luar. Jangan sampai kejadian ini terjadi. Mungkin sementara enggak apa-apa, namun jangka menengah harus diusahakan agar barang-barang semuanya produk dalam negeri kita," katanya dalam Perayaan Ulang Tahun ke-9 Bukalapak di Jakarta Convention Center, Kamis (10/1/2019).

Meskipun demikian, Jokowi mengaku melihat ada semangat di Bukalapak dalam membangun sebuah ekonomi digital yang melibatkan pelaku UKM. Berdasarkan laporan yang diterimanya, sekitar 70%-80% pelapak online yang tergabung dalam Bukalapak merupakan pelaku UKM.

Tak hanya itu, Jokowi menjelaskan Bukalapak juga sedang diseleksi oleh pemerintah untuk menjadi penyalur kredit ke UKM yang dinamakan dengan Kredit Ultra Mikro (Umi).

"Artinya nanti dari perbankan kita itu bareng-bareng memberikan suntikan kredit ke warung-warung untuk mengupgrade, memperbaiki sistem, memperbaiki penataan, dan memperbaiki brand yang ada di setiap warung yang ada," tambahnya.

Mengutip laporan yang dirilis oleh Google dan Temasek, perkembangan ekonomi digital di Indonesia pada tahun lalu diperkirakan mencapai US$23,2 miliar atau setara dengan Rp333 triliun.

Laporan yang sama juga memproyeksikan bahwa angka tersebut akan naik hingga dua lipat pada enam tahun mendatang menjadi US$53 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, bukalapak

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top