Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indonesia Jajaki Peluang Kerja Sama PTA dengan Fiji

Indonesia akan menjalin kerja sama dagang berbentuk preferential trade agreement (PTA) dengan  Fiji guna memperluas pangsa ekspor ke kawasan pasar nontradisional.
Fiji terkenal dengan keindahan biota laut/tuitai
Fiji terkenal dengan keindahan biota laut/tuitai

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia akan menjalin kerja sama dagang berbentuk preferential trade agreement (PTA) dengan  Fiji guna memperluas pangsa ekspor ke kawasan pasar nontradisional.

Benyamin Scott Carnadi, Duta Besar Indonesia untuk Fiji, merangkap Tuvalu, Nauru dan Kiribati mengatakan, saat ini dia sedang memulai perundingan awal guna membentuk PTA tersebut.

Dia menargetkan, pertemuan awal antara perwakilan kedua negara akan dimulai pada Februari 2019 guna membicarakan bentuk kerja sama dan daftar barang yang akan dikerja samakan.

“Kerja sama ini perlu dilakukan untuk mendorong peningkatan arus perdagangan barang kedua negara dan menekan kehilangan keuntungan bagi pengusaha masing-masing negara akibat peran pihak ketiga,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan resminya, Rabu (9/1/2019).

Benyamin melanjutkan, kerja sama dagang dengan Fiji akan membuat Indonesia memiliki hub atau pintu masuk untuk melakukan perdagangan dengan negara-negara di kawasan Oseania.

Sebaliknya, Indonesia juga akan menjadi hub ekspor menuju kawasan Asean bagi Fiji.

Dia menambahkan, Menteri Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata Fiji Premila Kumar telah sepakat untuk memulai perundingan awal pembentukan PTA dengan Indonesia.

Adapun, produk-produk Indonesia yang telah masuk ke Fiji selama ini a.l. minyak pelumas, sabun, produk otomotif, bus, bahan material konstruksi, serta peralatan elektronik.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan Indonesia, sepanjang Januari—Oktober 2018, nilai perdagangan Indonesia dengan Fiji mencapai US$22,01 juta.

Capaian itu tumbuh 13,26% dari periode yang sama pada 2017.

Pada rentang yang sama, neraca perdagangan Indonesia terhadap Fiji mencatatkan surplus US$20,61 juta. Adapun, nilai ekspor RI ke Fiji mencapai US$21,31 juta.

Sementara itu, surplus pada Januari—Oktober 2018 tersebut tumbuh 12,20% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ketika dihubungi terpisah, Ketua Komite Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Handito Joewono menjelaskan, kerja sama dagang dengan Fiji sejatinya tidak akan terlalu signifikan dalam mengatrol kinerja ekspor Indonesia secara keseluruhan.

Pasalnya, selama ini nilai perdagangan dengan negara Pasifik Selatan tersebut relatif kecil.

Namun demikian, dia tetap mengapresiasi upaya pemerintah untuk membuka akses ekspor ke negara tersebut.

Pasalnya, kawasan Pasifik Selatan dapat menjadi salah satu pangsa pasar baru bagi eksportir Indonesia, terutama untuk produk barang jadi yang bernilai tambah.

“Meskipun potensi ekspor ke Fiji secara nilai relatif kecil karena jumlah penduduk negara-negara di kawasan itu juga sedikit, tetapi setidaknya kerja sama dengan Fiji ini bisa menjadi peluang ekspor baru bagi Indonesia. Sebab ,industri mereka pastinya masih terbatas,” jelasnya.

Dia pun menggarisbawahi persoalan logistik yang harus diselesaikan oleh pemerintah sembari membentuk kerja sama dagang dengan Fiji.

Menurutnya, jalur logistik selama ini menjadi masalah klasik yang menghambat kinerja ekspor Indonesia menuju negara nontradisional.

Handito mencontohkan, kawasan Afrika yang selama ini gencar dijadikan sasaran bagi pemerintah untuk menggelar kerja sama dagang.

Akan tetapi, menurutnya, jalur logistik menuju ke kawasan tersebut belum tersedia dengan baik. Akibatnya, dia khawatir utilitas kerja sama dagang tersebut menjadi sangat terbatas.

Padahal, bentuk perjanjian dagang dengan negara Afrika kesemuanya berupa PTA. Perjanjian itu terdiri dari Indonesia-Mozambique PTA, Indonesia-Tunisia PTA, Indonesia-Maroko PTA, Indonesia-Kenya PTA, Indonesia Nigeria PTA dan Indonesia-Afrika Selatan PTA.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper