Pembudidaya Patin & Lele Incar Pasar Ekspor

Pelaku usaha budi daya ikan patin dan lele berharap dapat menyasar pasar baru berupa ekspor untuk meningkatkan geliat produksi komoditas perikanan tersebut pada 2019.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 08 Januari 2019  |  19:33 WIB
Pembudidaya Patin & Lele Incar Pasar Ekspor
Ikan patin - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Pelaku usaha budi daya ikan patin dan lele berharap dapat menyasar pasar baru berupa ekspor untuk meningkatkan geliat produksi komoditas perikanan tersebut pada 2019.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) Azzam Bachrur mengatakan untuk meningkatkan produksi budi daya ikan patin dan ikan lele harus ada pasar baru.

“Pasar baru yang kami bidik baik untuk produksi ikan patin maupun lele ya pasar luar negeri, karena tanpa adanya [ekspor] produksi susah untuk diangkat, karena siapa yang mau makan kalau diproduksi banyak-banyak? Karena selama ini sudah mendekati terpenuhi [pasokannya] untuk pasar lokal,” ujar Azzam saat dihubungi Bisnis, Senin (7/1).

Seperti yang tercatat pada data Refleksi 2018 dan Outlook 2019 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pertumbuhan rata-rata produksi ikan budi daya meningkat tajam pada periode Januari—September 2018 secara tahunan.

Tercatat, pada periode tersebut ikan lele mengalami kenaikan sebesar 114,82% dari jumlah 841,750 ton pada 2017 menjadi 1,81 jutaton pada 2018. KKP menilai bahwa faktor kenaikan komoditas perikanan budi daya ini karena kegiatan bioflok yang dilakukan dianggap mampu menaikkan produksi ikan lele.

Kemudian, disusul produksi gurame yang mengalami kenaikan sebesar 110,88% dari 169.000 ton menjadi 356,530 ton. Selanjutnya, posisi ketiga ditempati oleh ikan patin yang mengalami kenaikan dua kali lipat lebih yakni 100,23%. Dari 245,750 ton pada 2017 menjadi 492.000 ton pada 2018.

Azzam memproyeksikan pertumbuhan  produksi ikan lele pada 2019 tidak akan lebih dari 10% dari data KKP itu. “Kalau ikan lele karena [kebanyakan diproduksi] untuk konsumsi dalam negeri yang terlihat paling penambahan orang makan, itu persentasenya tidak terlalu besar saya kira tidak sampai di atas 10% [dari pertumbuhan tahun 2018].”

Dia juga memproyeksikan apabila belum ada ekspor pada tahun ini, maka pertumbuhan produksi ikan lele dan patin kurang lebih akan stagnan.

Dikatakan Azzam, belajar dari pengalaman pada masa lalu, untuk kelas pasar lokal, apabila para pembudidaya ikan patin dan ikan lele memproduksi secara masif, maka produksi pada tahun berikutnya justru akan mengalami penurunan karena terjadinya produksi berlebih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ikan lele, ikan patin

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top