3 Wilayah di Kampung Nelayan Dijadikan Proyek Percontohan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan Penataan Kawasan Permukiman Nelayan dan Tepi Air di 11 lokasi pada periode 2016-2019.
Irene Agustine | 10 November 2018 06:48 WIB
Penataan Kawasan Permukiman Nelayan dan Tepi Air di Tegalsari, Tegal, Jawa Tengah - PUPR

Bisnis.com, JAKARTA -  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan Penataan Kawasan Permukiman Nelayan dan Tepi Air di 11 lokasi pada periode 2016-2019.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dari 11 kawasan yang ada, tiga kampung nelayan dijadikan percontohan, yakni Kampung Beting (Kota Pontianak), Kampung Sumber Jaya (Kota Bengkulu), dan Kampung Tegalsari (Kota Tegal).

Menurut Basuki, dari segi estetika, penataan kampung nelayan Tegalsari di Tegal, Jawa Tengah merupakan salah satu yang terbaik.

“Saat ini progres Kampung Nelayan Tegalsari sudah 80%, semoga akhir tahun 2018 ini bisa selesai," katanya, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (9/11/2018).

Adapun, Basuki mengatakan penataan tidak untuk membangun pertamanan saja melainkan akan dikembangkan untuk bisa menjadi kawasan ekonomi seperti di Bali seperti di Jimbaran sebagai kawasan wisata.

Kawasan Nelayan Tegalsari merupakan salah satu kawasan kumuh di Kota Tegal memiliki luas 27 hektar dan dihuni sebanyak 2.456 jiwa yang sebagian besar adalah nelayan dengan tingkat kekumuhan sedang.

Kondisi jalan lingkungan bervariasi dengan lebar antara 1-3 m dan berkelok-kelok tanpa dilengkapi saluran drainase. Elevasi jalan sangat rendah, sehingga cenderung terjadi genangan pasca air pasang (banjir rob). 

Tingkat kepadatan bangunan di kawasan cukup tinggi sehingga rawan bencana kebakaran. Di kawasan ini, terdapat ruang publik berupa lapangan namun sebagian titik digunakan untuk menjemur pakaian. 

Penanganan Kampung Tegalsari mulai diinisiasi pada tahun 2015 dengan kolaborasi antara Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan Pemerintah Kota Tegal. Komitmen Walikota Tegal dalam penanganan Kampung Tegalsari telah ditunjukkan dengan diterbitkannya SK Walikota Tegal Tahun 2014. 

Pada bulan Juli 2016, implementasi penanganan Kampung Tegalsari dimulai dengan pembangunan Tahap I yang meliputi antara lain  turap dan penataan jalan lingkungan tepi air, drainase, jalan sekitar sekolah, MCK komunal, ruang terbuka hijau, dan jalan lingkungan. 

Pembangunan Tahap I dengan alokasi dana sebesar Rp16 miliar merupakan langkah awal yang dilakukan secara simultan dengan penyusunan rencana penataan kumuh lebih menyeluruh yakni agenda penataan lingkungan Kampung Tegalsari Tahun 2017-2019. 

Penataan Kawasan Kampung Nelayan Tegalsari dilanjutkan dengan anggaran tahun jamak 2017-2018 sebesar Rp78,11 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor PT Dharma Perdana Muda. 

Pekerjaan meliputi pemasangan tiang pancang total 16.000 meter, pembangunan jalan paving sepanjang 1.780 meter, jalan lingkungan beton sepanjang 2.754 meter, jetty apung, drainase sepanjang 1.565 meter, penataan ruang terbuka hijau dilengkapi 6 buah gazebo dan 3 unit MCK komunal.  

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kampung kumuh

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top