Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cegah Kesimpangsiuran, Basarnas Imbau Informasi Korban Jatuhnya Lion Air JT 610 Satu Pintu

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas mengingatkan publik agar menyaring informasi yang beredar tentang kecelakaan pesawat Lion Air JT610.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 30 Oktober 2018  |  12:58 WIB
Direktur Kesiapsiagaan BasarnasDidi Hamzar: Informasi resmi Basarnas harus jadi rujukan utama agar tidak menyesatkan publik. - Bisnis/Aziz Rahardyan
Direktur Kesiapsiagaan BasarnasDidi Hamzar: Informasi resmi Basarnas harus jadi rujukan utama agar tidak menyesatkan publik. - Bisnis/Aziz Rahardyan

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas mengingatkan publik agar menyaring informasi yang beredar tentang kecelakaan pesawat Lion Air JT610.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Didi Hamzar menyampaikan bahwa informasi resmi dari Basarnas harus menjadi rujukan utama agar tidak menyesatkan publik.

"Informasi untuk satu pintu [dari Basarnas], supaya tidak simpang siur, kasihan para korban. Jadi bukan karena niat untuk menutup-nutupi," ungkap Didi, Selasa (30/10/2018).

Didi memaparkan, informasi resmi dari Basarnas hanya diberikan oleh Kepala Basarnas selaku koordinator SAR di Kantor Pusat Basarnas, atau diberikan oleh SAR Mission Coordinator di pos lapangan.

Basarnas hingga kini masih berupaya maksimal, sehingga mengimbau agar publik tidak tersesat sebab salah memilih informasi.

"Tim SAR gabungan dengan semua kekuatan yang ada sedang berupaya semaksimal mungkin sesuai prosedur sehingga bisa mendapatkan hasil yang diharapkan," tambah Didi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

basarnas lion air JT 610
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top