Pangsa Pasar Mobil Astra Turun dari 55% Menjadi 50%

Penjualan mobil Astra turun 4% menjadi 424.000 unit karena meningkatnya kompetisi, sehingga pangsa pasar Astra menurun dari 55% menjadi 50%.
Yusran Yunus | 29 Oktober 2018 15:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis otomotif masih menjadi penopang utama kinerja PT Astra International Tbk (Grup Astra/Perseroan) selama 9 bulan di tahun 2018 ini.

Selama periode Januari-September 2018, laba bersih dari bisnis otomotif grup Astra mengalami kenaikan sebesar 7% menjadi Rp7,0 miliar, dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp6,57 triliun.

Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiarto menjelaskan pertumbuhan laba bersih bisnis otomotif grup tersebut didorong oleh meningkatnya penjualan sepeda motor.

Penjualan sepeda motor secara nasional meningkat 9% menjadi 4,7 juta unit, sedangkan penjualan PT Astra Honda Motor (AHM) di pasar domestik meningkat 9% menjadi 3,5 juta unit, dengan pangsa pasar yang stabil sebesar 75%.

"Grup telah meluncurkan 5 model baru dan 16 model revamped selama periode ini," katanya dalam pernyataan pers Astra International yang diterima Bisnis, Senin siang (29/10/2018).

Namun di lain pihak, di tengah penjualan mobil secara nasional meningkat 7% selama periode ini menjadi 857.000 unit.

Penjualan mobil Astra turun 4% menjadi 424.000 unit karena meningkatnya kompetisi, sehingga pangsa pasar Astra menurun dari 55% menjadi 50%.

Grup telah meluncurkan 17 model baru dan 6 model revamped selama periode ini.

PT Astra Otoparts Tbk (AOP), bisnis komponen otomotif Grup, melaporkan laba bersih yang meningkat 12% menjadi Rp414 miliar, disebabkan oleh kenaikan pendapatan dari meningkatnya kinerja penjualan pasar pabrikan otomotif (OEM/original equipment manufacturer) dan pasar suku cadang pengganti (REM/replacement market).

Tag : penjualan mobil, Mobil Astra
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top