Kuartal III/2018, J&T Catat Pertumbuhan 50%

Perusahaan jasa pengriman barang J&T Express mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif lantaran didorong pesatnya tren transaksi perdagangan elektronik (e-commerce) di Tanah Air.
Ilham Budhiman | 26 Oktober 2018 15:56 WIB
Karyawan pengiriman barang J&T memindahkan barang kiriman di Makassar, Sulawesi Selatan pekan lalu. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mengatakan belum terkena imbas perang dagang yang digencarkan Presiden Donald Trump terhadap China. - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan jasa pengriman barang J&T Express mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif lantaran didorong pesatnya tren transaksi perdagangan elektronik (e-commerce) di Tanah Air.

Key Account Manager J&T Express Iwan Senjaya mengatakan pada kuartal III/2018 perseroan mengalami pertumbuhan 50%. Adapun hal lain yang mendorong faktor pertumbuhan selain e-commerce adalah meningkatnya tingkat kepercayaan konsumen terhadap perusahaan.

"Faktor pertumbuhan ini karena semakin banyak orang yang percaya terhadap brand J&T Express," kata Iwan, Jumat (26/10/2018). 

Dalam laporan terbaru McKinsey berjudul The Digital Archipelago: How Online Commerce is Driving Indonesia's Economic Development memproyeksi nilai pasar e-commerce di Indonesia mampu menyentuh US$55 miliar sampai US$65 miliar pada 2022.

Proyeksi tersebut setara dengan pertumbuhan delapan kali lipat transaksi e-commerce di dalam negeri yang mencapai US$8 miliar sepanjang 2017.

Asumsi pertumbuhan itu didorong beberapa faktor, yaitu terus tumbuhnya tingkat penetrasi pengguna smartphone, asumsi berlanjutnya penguatan fundamental daya beli masyarakat Indonesia, dan adopsi teknologi masyarakat yang relatif cepat.

Iwan menuturkan hingga akhir tahun ini pihaknya menargetkan angka pengiriman barang naik sesuai proyeksi perusahaan. Saat ini, rata-rata pengiriman paket mencapai 500.000 per hari. 

"Target akhir tahun pengiriman barang bisa mencapai 1,5 juta paket per hari," ujarnya.

Proyeksi tersebut memang realistis mengingat perusahaan yang baru 3 tahun menginjakan kaki di Indonesia itu sudah melakukan serangkaian ekspansi salah satunya dengan pembangunan pusat sortir otomatis di empat kota dengan total investasi Rp800 miliar. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
logistik, e-commerce

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top