Feri Jarak Jauh, INSA Minta Ada Insentif Khusus

Pengusaha pelayaran yang tergabung dalam Indonesian National Shipowners Association (INSA) menilai perlu ada insentif bagi kapal roll on roll off agar bisa dioperasikan secara optimal melayani feri jarak jauh rute Jakarta--Surabaya--Lembar, NTB.
Rio Sandy Pradana | 21 Oktober 2018 22:38 WIB
Sejumlah truk antre menunggu jadwal keberangkatan menggunakan kapal feri melalui Dermaga 2 Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, Jumat (20/7/2018). - ANTARA/Wira Suryantala

Bisnis.com, JAKARTA--Pengusaha pelayaran yang tergabung dalam Indonesian National Shipowners Association (INSA) menilai perlu ada insentif bagi kapal roll on roll off agar bisa dioperasikan secara optimal melayani feri jarak jauh rute Jakarta--Surabaya--Lembar, NTB.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mendukung langkah Kementerian Perhubungan terkait dengan optimalisasi kapal roll on roll off (ro-ro) untuk menekan biaya logistik. Namun, di meniai perlu ada beberapa faktor yang harus menjadi perhatian pemerintah.

"Perlu ada beberapa insentif dari pemerintah bagi angkutan ro-ro ini yang melayani pelayaran jarak pendek. Hal ini untuk mendorong minat pemilik barang untuk gunakan kapal dibandingkan dengan angkutan truk," katanya, Minggu (21/10/2018).

Dia menambahkan pelayanan di pelabuhan yaang terkait juga harus baik dan efisien terhadap angkutan ro-ro. Artinya, pelabuhan harus efisien baik dari segi biaya ataupun waktu bagi kapal.

Jika perlu, imbuhnya, pelabuhan bisa memberikan perlakuan khusus bagi angkutan ro-ro agar penggunaan bisa meningkat. Hal tersebut bisa meningkatkan daya saing angkutan ro-ro terhadap moda angkutan darat lainnya, termasuk truk yang bisa melayani door to door.

Selain itu, pemerintah juga harus memperketat penegakan hukum terhadap truk yang melanggar aturan kelebihan dimensi dan muatan (overdimension and overload/ODOL).

Kemenhub diketahui sedang melakukan pengkajian optimalisasi rute kapal ro-ro pada rute Surabaya menuju Jakarta atau bagian Timur seperti Lembar, Lombok, dan Sumbawa guna menciptakan biaya logistik yang efisien.

Kemenhub telah meminta asosiasi pengusaha pelayaran dan Dinas Perhubungan Jatim untuk bersama melakukan klasifikasi struktur biaya. Diharapkan terdapat biaya-biaya tertentu yang bisa diatur sedemikian rupa agar efisien.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kapal feri

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top