Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penjualan Properti di Singapura Melonjak pada September

Dilansir Bloomberg, Otoritas Pengembangan Perkotaan (Urban Development Authority) Singapura mencatat pengembang di negara-kota menjual 932 unit pada September, meningkat 42% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan dibandingkan dengan 617 unit pada bulan Agustus.
Singapura/Istimewa
Singapura/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan rumah pribadi di Singapura melonjak 51% pada September karena pengembang memasarkan lebih banyak proyek pascafestival hungry-ghost, peridode yang dianggap pembeli China tidak menguntungkan.

Dilansir Bloomberg, Otoritas Pengembangan Perkotaan (Urban Development Authority) Singapura mencatat pengembang di negara-kota menjual 932 unit pada September, meningkat 42% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan dibandingkan dengan 617 unit pada bulan Agustus. Total apartemen yang diluncurkan untuk dijual bulan lalu naik lebih dari dua kali lipat menjadi 1.169.

Harga rumah pribadi Singapura masih  meningkat meskipun pada kecepatan paling lambat dalam lima kuartal terakhir. Indeks yang melacak harga perumahan pribadi meningkat 0,5% dalam kuartal III/2018, lebih rendah dibanding 3,4% pada kuartal sebelumnya, menurut perkiraan singkat dari Urban Redevelopment Authority pada 1 Oktober.

"Kepercayaan pasar tampaknya telah membaik dengan tujuh proyek perumahan swasta baru yang diluncurkan pada bulan September," kata Ong Teck Hui, direktur penelitian & konsultasi nasional di JLL, seperti dikutip Bloomberg.

"Meskipun masih awal untuk membuat bahwa langkah-langkah pendinginan berlaku penuh, akan tampak bahwa sepemtara permintaan telah melambat, banyak pembeli masih bersiap di pasar dan siap untuk membeli dengan harga yang mereka anggap wajar."

Singapura mengambil langkah baru pada bulan Juli untuk mendinginkan pasar properti setelah harga rumah naik lebih dari 7% dalam enam bulan pertama tahun ini. Lonjakan transaksi didorong oleh tawaran lahan agresif dari pengembang dan transaksi en-bloc, yang merupakan langkah sekelompok pemilik unit apartemen untuk menjual seluruh bangunan.

Di bawah aturan baru, individu yang mengambil pinjaman perumahan pertama mereka menghadapi batas pinjaman ketat, yang berarti mereka harus menyiapkan uang muka lebih banyak.

Untuk pembeli asing properti residensial, bea meterai pembeli tambahan ditingkatkan menjadi 20% dari 15%. Untuk warga Singapura, biaya tambahan hanya berlaku dari pembelian rumah kedua.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Fajar Sidik
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper