KPPIP: 32 PSN Selesai per Oktober 2018

Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas menargetkan tambahan 10 proyek strategis nasional selesai hingga akhir 2018. 
M. Nurhadi Pratomo | 10 Oktober 2018 11:29 WIB
/Bisnis/Rahmatullah

Bisnis.com, NUSA DUA— Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas menargetkan tambahan 10 proyek strategis nasional selesai hingga akhir 2018. 

Deputi Deputi Bidang Koordinasi  Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
selaku Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo mengatakan tercatat 32 proyek strategis nasional (PSN) telah rampung. Pihaknya menargetkan akan ada tambahan 10 proyek lagi yang akan selesai hingga akhir 2018.

“PSN yang telah rampung pada periode bulan Januari 2018— Oktober 2018 yakni Kereta Api Prabumulih dan Bendungan Raknamo,” ujarnya dalam siaran pers yang dikutip, Rabu (10/10/2018).

Wahyu mengklaim secara kumulatif diproyeksikan total 40 PSN yang akan selesai dalam kurun waktu 2016–2018. KPPIP menargetkan total 66 PSN akan selesai pada kuartal III/2019.

“Serta 93 proyek ditambah dengan dua program mulai beroperasi dengan kondisi seluruh PSN sudah masuk dalam tahap konstruksi,” imbuhnya.

Sebagai catatan, pemerintah telah secara resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 56 tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Perpres yang ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada tanggal 20 Juli 2018 tersebut secara otomatis menggantikan Perpres Nomor 58 tahun 2017 yang selama ini menjadi pijakan hukum upaya percepatan pelaksanaan proyek PSN di Indonesia. 

Dalam beleid tersebut, disebutkan PSN berjumlah 223 Proyek ditambah 3 program yang meliputi 12 sektor proyek dan 3 sektor program. 

Adapun, secara detail proyek tersebut yakni  69  sektor jalan, 51 sektor bendungan, 29 sektor kawasan, 16 proyek sektor kereta api, 11  sektor energi, 10  pelabuhan, 8  sektor air dan sanitasi,  7 sektor bandara, 6 sektor irigasi, 6 smelter, 4  teknologi; 3  perumahan, 1 pertanian atau kelautan, serta 1 tanggul laut dan 1  pendidikan. Selain itu, terdapat 1 program ketenagalistrikan, 1 program industri pesawat, dan 1 program pemerataan ekonom.

Keseluruhan proyek memiliki estimasi nilai investasi sebesar Rp4.150 triliun. 

Tag : infrastruktur
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top