Tahun Ini, Jaktour Pangkas 50% Kerugiannya

Setelah melakukan banyak perbaikan, PT Jakarta Tourisindo berharap dapat menghilnagkan lebih dari 50% kerugian Rp16,5 miliar tahun lalu.
M. Richard | 04 Oktober 2018 19:02 WIB
Direktur Usaha PT Jakarta Tourisindo (Jaktour Group) Iskandar Zulkarnaen (kiri) bersama Sekretaris Kota Jakarta Pusat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Iqbal Akbarudin (kanan) membuka selubung di sela sela peresmian Hotel d'Arcici Al-Hijrah, di Jakarta, Jumat (10/8/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA -- Setelah melakukan banyak perbaikan, PT Jakarta Tourisindo berharap dapat menghilnagkan lebih dari 50% kerugian Rp16,5 miliar tahun lalu.

Senior Manager Keuangan PT Jakarta Tourisindo (Jaktour) Bastian mengatakan 2017 merupakan tahun yang sulit bagi Jaktour, tetapi tahun ini sudah dapat bangkit kembali dan berangsur menutup defisit.

"Tahun lalu memang kami targetnya bisa tutup semua kerugian, kami ingin menunjukkan optmisme kami. Namun, memang tahun ini paling kami bisa menutup kerugian di bawah Rp8 miliar," katanya ketika dikunjungi Bisnis.com, Kamis (4/10/2018).

Adapun beberapa penyebab kerugian, pertama, Jaktour kehilangan 90% pelanggan pemerintahnya, yang porsinya mencapai lebih 50% total kunjungan.

Berkurangnya pelanggan pemerintah merupakan dampak dari keluarnya surat edaran Menteri PAN-RB Nomor 11 Tahun 2014 tentang pembatasan kegiatan pertemuan atau rapat di luar kantor.

"Itu hal yang tidak bisa dihindari, tetapi memang pemerintah pada saat itu sedang menjalankan efesiensi," ucapnya.

Kedua, adanya dampak dari hotel-hotel bujet menggunakan sistem penjualan online yang banyak bertebaran di kisaran hotel-hotel milik Jaktour. Ditambah, hotel-hotel sejenis juga menurunkan harga sangat signifikan dari harga standar, yakni dari harga kamar bintang empat turun ke harga kamar bintang dua.

Ketiga, adanya pembengkakan pengeluaran yang tidak dapat dihindarkan, seperti kenaikan gaji karyawan yang cukup signifikan, dan biaya fix cost yang tinggi.

"Pengeluaran kami naik, sedangkan pemasukan kita begitu-begitu saja, stok karyawan kita banyak, alat-alat berat yang kita miliki juga bekerja 24 jam penuh," ucapnya.

Meski demikian, Bastian mengatakan, pada 2018 Jaktour bisa bangkit, pasalnya ada bantuan pemerintah dalam hal pemesanan kamar untuk atlet dalam negeri. "Memang tidak terlalu signifikan tetapi kami dapat Rp1,1 miliar untuk atlet lokal," katanya.

Di sisi lain, Jaktour juga melakukan efesiensi dari segi tenaga kerja. Meski tidak melakukan pemecatan, untuk semetara waktu jaktour masih belum melakukan perekrutan karyawan baru.

Namun, untuk menutupi defisit tenga kerja, Bastian mengatakan Jaktour bekerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk menyediakan tempat magang bagi siswa-siswanya 

"Bukan berarti kami eksploitasi lho ya, kami latih mereka, mereka dapat uang makan dan uang trasnport," ucapnya.

Selain itu, untuk berhadapan dengan online travel agent (OTA), Jaktour mengatakan terpaksa untuk mengikuti perkembangan zaman dan bekerja sama dengan mereka, tetapi dengan konsekuensi pemberian komisi sebesar 17% dari setiap penjualannya.

Sebagai informasi, Jaktour memiliki 7 hotel, beberapa di antaranya adalah Grand Cempaka Business, Grand Cempaka Resort dan Hotel D'arcici. Rata-rata okupansi hotelnya berada di kisaran 55%.

Tag : jaktour
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top