Mekanisme Masuknya Pemda Papua ke PTFI Masih Dikaji

Proses pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV) antara PT Inalum (Persero) dengan Pemerintah Daerah Papua terkait pengambilan jatah porsi saham 10% untuk Pemda di PTFI masih dikaji.
Denis Riantiza Meilanova | 28 September 2018 14:45 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan (dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin, didampingi CEO Freeport McMoran Richard Adkerson di sela-sela penandatanganan Sales and Purchase Agreement di Jakarta, Kamis (27/9/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA--Proses pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV) antara PT Inalum (Persero) dengan Pemerintah Daerah Papua terkait pengambilan jatah porsi saham 10% untuk Pemda di PTFI masih dikaji.

Budi berujar hari ini pihaknya akan bertemu dengan bupati dan gubernur daerah setempat untuk membahas mekanisme masuknya Pemda ke porsi saham 10% tersebut.

"Kami kerjasama dengan pemda. Bisa pakai BUMD yang ada atau pakai cucu perusahaan kami. Saya rasa lebih cepat yang sudah ada aja," kata Budi ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (28/9/2018).

Dia mengatakan pembentukan JV akan dilakukan saat transaksi pelunasan biaya akuisisi 51% saham PTFI yang diperkirakan rampung November mendatang.

Sebelumnya, Budi pernah menyampaikan bahwa dalam proses divestasi 51% saham PTFI, Inalum dan Pemda Papua rencananya akan membentuk perseroan khusus (SPV) untuk memiliki 25% saham PTFI.

SPV akan dimiliki oleh Inalum dengan porsi saham 60% dan Pemda Papua sebesar 40%. Dengan langkah ini, total kepemilikan saham Pemda Papua di PTFI menjadi 10%.

Di sisi lain, rencananya Inalum juga akan menalangi pembelian 10% saham jatah Pemda tersebut.

Budi pernah menyebutkan total nilai 100% saham PTFI mencapai sekitar US$8,56 miliar. Sehingga untuk membeli 10% saham PTFI, Pemda diharuskan membayar sekitar US$856 juta.

Menurutnya, nilai yang harus dibayarkan Pemda tersebut cukup memberatkan. Oleh karenanya, pihaknya menyatakan siap membantu dengan memberikan pinjaman.

Pinjaman, kata Budi, akan diberikan dengan jaminan saham Pemda dipegang sementara oleh Inalum. Sedangkan untuk pelunasannya ke Inalum dapat dibayarkan dengan jatah dividen secara bertahap.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi agar Pemda tidak menjual kembali saham yang sudah dimilikinya ke pihak asing.

Tag : Freeport, papua
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top