Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini Dugaan Sementara Penyebab Kebakaran Gerbang Tol Pejompongan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa saat terjadi kebakaran di gerbang tol Pejompongan.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 27 September 2018  |  14:37 WIB
Ini Dugaan Sementara Penyebab Kebakaran Gerbang Tol Pejompongan
Gerbang Tol Penjompongan setelah dilalap api. - PT Jasa Marga Tbk.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa saat terjadi kebakaran di gerbang tol Pejompongan.

AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Dwimawan Heru mengatakan saat ini api sudah dapat dipadamkan.

"Untuk saat ini, lajur 1, 2 dan 3 jalan tol dalam kota arah Semanggi telah bisa dilewati pengguna jalan tol," kata Heru melalui siaran pers, Kamis (27/9/2018). Pada pukul 11.45, tiga unit pemadam kebakaran berhasil memadamkan api yang menyala sejak pukul 11.15.

Saat ini, Heru mengatakan bahwa petugas Jasa Marga fokus menangani kondisi di lapangan dengan melakukan pengaturan lalu lintas untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Untuk memastikan arus lalu lintas tidak terganggu, perusahaan  memastikan penanganan kejadian sesuai dengan standard operation procedure penanganan kejadian darurat kebakaran.

Heru mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran tersebut adalah karena korsleting listrik.

"Dugaan sementara, penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, petugas di gerbang telah berusaha memadamkan dengan alat pemadam api ringan (APAR) yang berada di gerbang tol, tetapi api telah menyebar dan harus menggunakan bantuan unit pemadam kebakaran," jelas Heru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol kebakaran gerbang tol
Editor : Zufrizal
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top