Sempat Dibatasi, Forest City Malaysia Bidik Pasar Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA Forest City yang dikembangkan oleh pengembang asal China yaitu Country Garden optimis membidik dan melebarkan sayapnya memasuki pasar Indonesia.
Maria Elena | 23 September 2018 19:47 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhamad menyalami para pelajar, di sela-sela upacara penyambutannya di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2018). - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA--Setelah sempat mendapat teguran pemerintah Malaysia karena tingginya minat warga China yang mau membeli unit propertinya, Forest City kini membidik warga Indonesia.

Assistant Sales Manager Forest City Lee Yi Kah mengatakan mereka akan memfokuskan pemasaran di negara-negara Asia Tenggara, salah satunya Indonesia. Dia menilai pasar Indonesia sangat tepat bagi proyek Forest City mengingat populasi yang jauh lebih besar dibandingkan Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan negara Asia Tenggara lainnya.

“Populasi Indonesia besar dan banyak orang Indonesia datang ke Malaysia untuk sekolah dan berobat. Dibandingkan dengan Negara lain, kami menyediakan fasilitas kesehatan yang lebih murah dengan kualitas yang baik. jadi sangat banyak orang Indonesia dating ke Malaysia,” Kata Lee pada Kamis (20/09/2018).

Forest City merupakan megaproyek salah satu pengembang besar China, Country Garden, yang terdiri dari empat pulau buatan di Malaysia. Pada proyek tersebut akan dibangun hunian vertikal, pusat perbelanjaan, resor, hotel, perkantoran, taman, hingga destinasi wisata diatas lahan sekitar 59.100 hektar yang dapat menampung sekitar 700.000 penduduk.

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad melarang warga negara asing untuk membeli properti Forest City dan mengatakan tidak akan memberikan izin visa untuk warga Negara asing tinggal di sana.

Namun, Lee mengatakan bahwa pemerintah Malaysia telah memperbolehkan warga asing membeli properti di Malaysia dengan persyaratan tertentu, contohnya pembelian minimal RM500.000 atau diatasnya.

Lee membenarkan bahwa Mahathir melalui pernyataan resminya pada 28 Agustus 2018 mengatakan warga negara asing dapat membeli properti di Malaysia tetapi dengan persyaratan tertentu.

Lee menjelaskan berdasarkan data yang didapat dari website resmi Malaysia, My Second Home (MM2H), diperlukan beberapa persyaratan untuk bisa membeli properti di Malaysia. Persyaratan ini terbagi menjadi 2 kategori, kategori pertama pembeli berusia dibawah 50 tahun dan kedua pembeli berusia di atas 50 tahun.

Pembeli warga asing di bawah 50 tahun wajib memiliki aset sekitar RM500.000 dengan pendapatan bulanan sekitar RM30.000. Setelah aplikasi, pembeli harus menaruh deposito di bank Malaysia sebesar RM30.000.

Kategori kedua, pembeli di atas 50 tahun wajib memiliki liquid asset sebesar RM350.000 dengan pendapatan bulanan minimal RM10.000, sedangkan untuk deposit sebesar RM350.000.

Lee Menegaskan Pemerintah tidak akan menghentikan megaproyek Forest City karena mereka telah menyumbang kontribusi yang besar terhadap pembangunan di Malaysia.

Dia memaparkan Pemerintah Federal telah menerima  RM83 juta dari Forest City termasuk RM13 untuk pajak perusahaan. Sementara itu, perusahaan induk Forest City telah mengeluarkan sebesar RM309 juta termasuk RM250 juta ke pemerintah sebagai pajak perusahaan.

Forest City sudah menginvestasikan sebesar RM11 miliar per bulan Juli 2018 dan sudah menandatangani kontrak kerja sama sebesar 1.4 miliar dengan 150 perusahaan lokal di Malaysia sehingga menghasilkan pajak pendapatan RM51 juta.

Country Garden juga telah menciptakan 1200 lapangan pekerjaan dan 80% dari mereka adalah pekerja lokal. Lee menilai dengan kontribusi yang telah diberikan tidak ada alasan pemerintah menghentikan proyek Forest City.

“Isu yang tersebar bukan menjadi masalah, dengan apa yang diberikan Forest City kepada pemerintah, mereka tidak akan menghentikan proyek ini,” Jelas Lee.

Dia menambahkan wajar jika ada isu bagi para pengembang. Dengan adanya isu-isu negatif, Forest City telah membuktikan kepada customer dan investor proyek ini tetap berjalan normal dan akan terus berkembang.

Tag : pengembang malaysia
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top