Ganti Nama Bandara, PDIP Bantah Perobohan Prasasti Bandara Lombok

Bisnis.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto menampik tudingan terhadap Joko Widodo yang akan menggantikan nama Bandara Internasional Lombok.
Muhammad Ridwan | 13 September 2018 17:22 WIB
Bandara Lombok - lombok/airport.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menampik tudingan terhadap Joko Widodo (jokowi) yang akan menggantikan nama Bandara Internasional Lombok.

Hasto menegaskan merobohkan prasasti peninggalan mantan Presiden Susilo (SBY) Bambang Yudhoyono tidak sejalan dengan pemerintah Joko Widodo (Jokowi). Gaya pemerintahan merupakan pemerintahan yang melanjutkan.

“Kepemimpinan Pak Jokowi itu berkesinambungan, jadi kita nggak model roboh-merobohkan,” ujarnya di Rumah Cemara 19, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Lebih lanjut dijelaskannya, sikap Jokowi bersama tim suksesnya tidak memiliki sikap untuk merobohkan, ia membandingkan dengan kampanye Prabowo saat pemilihan presiden 2014.

“Kita enggak model buat Obor Rakyat sebagaimana dulu dilakukan oleh tim kampanye Pak Prabowo menurut pengakuan Pak Romi selaku Ketum PPP. Jadi kami berkampanye yang berkeadaban, membangun Indonesia, masa berkampanye merobohkan,” ungkapnya.

Sebelumnya, surat keputusan Menteri Perhubungan nomor KP 1421 tahun 2018 tentang perubahan nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAMIA) yang ditetapkan dan ditandatangani Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Senin (5/9/2018).

Tuan Guru Kiai Haji M Zainuddin Abdul Madjid sendiri adalah kakek Gubernur NTB saat ini, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi.

Tag : bandara lombok, Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top