Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Gipsum: Gyproc Optimistis Penjualan Tumbuh 7%

Perusahaan papan gipsum Saint-Gobain Gyproc Indonesia optimistis penjualannya bisa tumbuh 5%-7% tahun ini meski kondisi perekonomian belum terlalu membaik terutama permintaan di pasar sektor proyek properti.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 29 Agustus 2018  |  20:02 WIB
Anjungan Perusahaan papan gipsum Saint-Gobain Gyproc Indonesia di pameran Perkembangan Teknologi Bahan Bangunan di Surabaya, Rabu (29/8/2018). - Bisnis/Peni Widarti
Anjungan Perusahaan papan gipsum Saint-Gobain Gyproc Indonesia di pameran Perkembangan Teknologi Bahan Bangunan di Surabaya, Rabu (29/8/2018). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA – Perusahaan papan gipsum Saint-Gobain Gyproc Indonesia optimistis penjualannya bisa tumbuh 5%-7% tahun ini meski kondisi perekonomian belum terlalu membaik terutama permintaan di pasar sektor proyek properti.

Tri Agus Susanto, Sales Manager Gyproc Indonesia wilayah Jawa Timur, mengatakan hingga semester I/2018 penjualan papan gipsum masih cukup sulit apalagi pihaknya pada Mei lalu telah menaikkan harga jual sampai 13% lantaran ada kenaikkan harga bahan baku, biaya transportasi dan kenaikkan upah pekerja.

Row material intinya memang 100% impor, ini terpengaruh oleh naikknya nilai dolar, sehingga mau tidak mau kita harus menaikkan harga jual, walaupun itu sulit sekali diterima pasar,” ujarnya di sela-sela pameran Perkembangan Teknologi Bahan Bangunan, Rabu (29/8/2018).

Dia mengatakan dari penjualan papan gipsum Gyproc selama ini sebanyak 75% dikontribusi oleh pasar ritel, dan sisanya pasar proyek. Gyproc menginginkan ke depan kontribusi masing-masing sektor bisa seimbang masing-masing 50%.

“Sebenarnya kita ingin seimbang, tapi karena untuk proyek agak slow down, dan biasanya di awal tahun proyek pemerintah masih tahap bangunan rangka dasar, sedangkan gipsum digunakan untuk tahap finishing,” jelasnya.

Dia mengatakan Gyproc di Asia Tenggara memiliki 6 pabrik, di antaranya tersebar di Malaysia dan Thailand, terakhir ada di Indonesia sejak 2014. Saat ini kapasitas produksi Gyproc sekitar 33,3 juta m3 per tahun dengan produksi gipsum ukuran 9 mm dan 12 mm.

“Hanya saja tingkat utilitasnya masih sekitar 44%, ini karena persaingan industri gipsum juga cukup ketat baik di kelas premium maupun standar,” imbuhnya.

Di Jawa Timur sendiri, lanjut Agus, penjualan Gyproc selama ini telah berkontrbusi sekitar 30%-35%. Untuk memperkuat pasar di Jatim, Gyproc juga telah memiliki 9 – 10 distributor di Jatim. Untuk memperkuat merek di Indonesia, Gyproc baru-baru ini meluncurkan  produk baru yang mengunggulkan kekuatan papan gipsum untuk dinding.

“Kalau dihitung, inovasi baru ini bisa menghemat sampai 20% dari sisi pengerjaan karena lebih cepat dan tahan lama,” imbuh Agus.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papan gypsum
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top