Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KABAR GLOBAL 6 AGUSTUS: Risiko Resesi Bayangi Negeri Paman Sam, Peluang No-Deal Brexit Makin Tinggi

nBerita seputar risiko resesi yang membayangi ekonomi Amerika Serikat serta protes terhadap UU negara bangsa Yahudi mewarnai sejumlah media nasional pada hari ini, Senin (6/8/2018).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 06 Agustus 2018  |  08:47 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita seputar risiko resesi yang membayangi ekonomi Amerika Serikat serta protes terhadap UU negara bangsa Yahudi mewarnai sejumlah media nasional pada hari ini, Senin (6/8/2018).

Berikut rangkuman berita utama di sejumlah media nasional:

Risiko Resesi Bayangi Negeri Paman Sam. Pelaku pasar tampak bersiap-siap menghadapi sejumlah risiko yang bisa terjadi pada ekonomi Amerika Serikat seiring dengan memburuknya outlook kebijakan fiskal Negeri Paman Sam serta tensi perang dagang antara AS dan China yang terus meningkat. Investor juga mengkhawatirkan pemerintah AS tidak cukup mampu jika terjadi masa resesi di masa depan. (Bisnis Indonesia)

Harga Penawaran Comcast Dinilai Aman. Comcast Corp. dinilai tidak perlu lagi menaikkan biaya penawarannya untuk Sky Plc, kecuali jika Fox meningkatkan penawarannya sebelum akhir pekan ini. (Bisnis Indonesia)

Peluang No-Deal Brexit Makin Tinggi. Menteri Perdagangan Inggris Liam Fox mengatakan sikap keras kepala Uni Eropa semakin menekan Inggris menuju Brexit tanpa kesepakatan (no-deal Brexit) pada tahun depan. (Bisnis Indonesia)

Balas Amerika, China Bikin Tarif Impor. Perang dagang antara China dan Amerika Serikat kian berkobar. Kedua negara besar itu saling balas serang kebijakan perdagangan. Yang terbaru kini, Pemerintah Negeri Tiongkok mengumumkan daftar tarif impor senilai US$60 miliar. (Kontan)

UU Negara Bangsa Yahudi Picu Aksi Protes. Undang-undang (UU) yang mendefinisikan negara Israel sebagai negara bangsa Yahudi telah mendorong puluhan ribu pemrotes turun ke jalan-jalan ibu kota, mereka menganggap UU baru itu akan melegalkan diskriminasi. (Investor Daily) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yahudi ekonomi amerika serikat
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top