Narapidana Dibina Jadi Pekerja Konstruksi Bersertifikat

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyerahkan sertifikat pekerja konstruksi kepada 32 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan dan 100 narapidana LP Cipinang yang lulus pelatihan dan ujian kompentensi. Warga binaan berkesempatan bekerja pada proyek konstruksi termasuk yang dibangun Kementerian PUPR.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 27 Juli 2018  |  21:57 WIB
Narapidana Dibina Jadi Pekerja Konstruksi Bersertifikat
Pekerja konstruksi - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyerahkan sertifikat pekerja konstruksi kepada 32 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan dan 100 narapidana LP Cipinang yang lulus pelatihan dan ujian kompentensi. Warga binaan berkesempatan bekerja pada proyek konstruksi termasuk yang dibangun Kementerian PUPR.

Sertifikat diserahkan oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono secara simbolis di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Penyerahan sertifikat juta dihadiri oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly.

Basuki mengatakan warga binaan di dua LP sudah memiliki keahlian sebagai tukang batu, tukang kayu (meubelair) dan bangunan umum. Dia menambahkan, sertifikasi pekerja konstruksi, termasuk kepada warga binaan merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusianya (SDM) di bidang infrastruktur.

“Kami tidak hanya membangun infrastruktur fisik saja, tetapi juga membekali warga binaan yang juga warga negara Indonesia, dengan keterampilan di bidang jasa konstruksi,” ujar Basuki dalam siaran pers, Jumat (27/7/2018).

Dirjen Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin menambahkan, keterampilan yang sudah dimiliki warga binaan akan menjadi bekal yang bisa digunakan di kemudian hari.

Selama masa tahanan, warga binaan yang telah mendapatkan sertifikat tetap diberikan ruang praktek yakni membangun prasarana-sarana yang ada di sekitar Lapas. Bagi yang telah bebas bersyarat, dapat dimanfaatkan untuk membangun fasos/fasum atau bekerja di badan usaha konstruksi.

"Masyarakat juga harus bisa merubah mindset-ya, jangan dilihat mantan napinya akan tetapi harus dilihat skilnya, "terang Syarif.

Di sisi lain, Basuki dan Yasonna juga meneken nota kesepahaman tentang peningkatan kapasitas bagi petugas dan warga binaan pemasyarakatan di Bidang Jasa Konstruksi. Kemudian dilanjutkan penandatanganan oleh Dirjen Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin dengan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami tentang pelatihan kerja bangunan.

Kerja sama ini melanjutan kerjasama pada periode 2012-2017 yang telah berhasil melaksanakan pelatihan bagi narapidana di bidang konstruksi dan pengelolaan air limbah. Adapun dalam kerja sama yang baru, target kerja sama diperluas ; tidak hanya bagi warga binaan dan klien (narapidana bebas bersyarat) tetapi juga untuk para petugas pemasyarakatan. Saat ini terdapat 173.367 warga binaan dan 44.252 klien yang tersebar di seluruh Indonesia.

Setelah menyerahkan sertifikat, Basuki juga meninjau lokasi pembangunan LP Karanganyar dengan tingkat keamanan tinggi (Super Maximum Security) dan lokasi pembangunan Rusus dan Rusun bagi petugas Lapas yang ditargetkan selesai akhir tahun 2018. Para pekerja yang terlibat mencapai 300 orang juga telah mengikuti sertifikasi sebagai tenaga kerja terampil kelas 3.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kementerian PUPR

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top