Integrasi Tarif Tol JORR: Asperindo Minta Tinjau, Pengusaha Truk Setuju

Intregrasi tarif tol JORR segera diberlakukan, pendapat kalanbgan pebisnis pun terpecah.
Ilham Budhiman | 02 Juli 2018 18:01 WIB
Jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) meminta intregasi tarif tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat ditinjau ulang.

"Untuk kita [Asperindo], pemerintah diharapkan bisa meninjau ulang soal integrasi tarif tol JORR ini," kata Ketua Umum Asperindo Mohamad Feriadi kepada Bisnis di Jakarta pada Senin (2/7/2018).

Dia mengemukakan intregasi itu akan memengaruhi beban biaya logistik mengingat para pelaku pengusaha pengiriman barang tak bisa terhindar dari pemanfaatan jalan tol.

"Ini akan memengaruhi kecepatan dan biaya, karena perusahaan-perusahaan pengiriman juga tak bisa terhindar dari biaya tol. Untuk pick up atau delivery yang khusus pengiriman pasti terdampak," tuturnya.

Presiden Direktur JNE itu berharap pemerintah tidak mengambil keputusan yang merugikan, sehingga hal tersebut tak berimbas juga kepada konsumen.

"Sebisa mungkin biaya-biaya yang bisa kita manage, jangan sedikit-sedikit ada kenaikan atau penyesuaian. Apa pun itu, yang pasti terbebani konsumen," ungkap Feriadi.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Bidang Distibusi dan Logistik Kyatmaja Lookman malahan menilai integrasi tarif itu akan menguntungkan pengusaha logistik karena memangkas biaya tol.

"Untuk kendaraan barang memang menguntungkan karena biaya kita menjadi turun dan lebih murah walaupun untuk kendaraan kurir [golongan I] memang agak keberatan," paparnya.

Perlu diketahui, pemerintah dalam waktu dekat melalui Kementereian PUPR segera menerapkan intregasi tarif tol JORR menyusul adanya penundaan kebijakan pada Rabu (20/6/2018).

Dengan adanya integrasi sistem transaksi, lima gerbang tol akan dihilangkan yaitu gerbang tol (GT) Meruya Utama, GT Meruya Utama 1, GT Semper Utama, GT Rorotan, dan GT Pondok Ranji sayap arah Bintaro sehingga kemacetan di tengah ruas tol diharapkan berkurang.

Transaksi hanya akan dilakukan satu kali pada gerbang tol masuk (on-ramp payment). Integrasi sistem akan menurunkan tarif tol JORR untuk kendaraan angkutan logistik golongan II, III, IV dan V sehingga dapat mendukung pembentukan sistem logistik nasional yang lebih efisien dan kompetitif.

Penyesuaian tarif tol diharapkan dapat menjawab kebutuhan pelaku logistik dan mendorong truk/kontainer untuk memanfaatkan jalan tol sehingga akan mengurangi beban jalan arteri, dengan demikian jalan arteri akan senantiasa dalam kondisi mantap.

Selain itu juga akan mengurangi antrean lalu lintas jalan arteri yang padat seperti pada kawasan Tanjung Priok.

Melalui penyederhanaan sistem transaksi, akan berlaku sistem terbuka dengan pemberlakuan tarif tunggal, di mana pengguna tol sesuai golongan kendaraannya-akan membayar besaran tarif tol yang sama Rp15.000 tanpa memperhitungkan jauh dekatnya jarak tempuh.

Tag : jorr, asperindo
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top