Depok Masih Menjadi Incaran Pembeli Properti

Hingga kini, Depok masih menjadi kawasan incaran para pencari hunian sehingga sektor properti di kawasan itu semakin menggeliat.
Zufrizal | 02 Juli 2018 09:07 WIB
Progres pembangunan apartemen di kawasan Podomoro Golf View pada April 2018. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Hingga kini, Depok masih menjadi kawasan incaran para pencari hunian sehingga sektor properti di kawasan itu semakin menggeliat.

Mulai dari rumah berukuran kecil berharga murah hingga apartemen berkelas semuanya hampir laris manis.

Penjualan yang terus meningkat itu juga karena didukung oleh rencana Pemerintah Kota Depok untuk terus menggenjot pembangunan infrastruktur di kawasan ini.

Lokasinya yang tidak begitu jauh dari Jakarta, serta kemudahan akses, membuat kota ini cocok menjadi alternatif untuk memiliki hunian di luar Jakarta. Kemudahan akses yang ditawarkan, tentu akan membuat masyarakat semakin tertarik untuk memiliki hunian di daerah ini.

Sukses penjualan hunian juga direngkuh oleh PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) yang mengembangkan Podomoro Golf View (PGV) di Cimanggis, Depok.

Podomoro Golf View merupakan kawasan permukiman vertikal dan tapak yang dibangun oleh anak perusahaan APLN yakni PT Graha Tunas Selaras. Luas lahan keseluruhan kawasantersebut adalah 60 hektare, Pengembang itu berkomitmen mengalokasikan 40% lahan atau 24 hektare sebagai kawasan hijau.

APLN mengklaim bahwa 4.000 unit dari 5.500 unit apartemen yang dikembangkan di kawasan Podomoro Golf View, Depok, Jawa Barat ludes terjual dan sudah dilakukan penutupan atap.

Assistant Vice President Marketing Podomoro Golf View Alvin Andronicus mengatakan bahwa total unit apartemen sebanyak itu berada dalam empat Menara yang dibangun perusahaan.

“Hingga saat ini, tower 1, 2, dan 3 sebanyak 4.000 unit sudah topping off dan sold out,” ujarnya melalui siaran pers, Minggu (1/7/2018).

Sementara itu, menara keempat dengan 1.500 unit yang mulai dipasarkan sejak pertengahan 2017 sudah terjual 30%.

Menurut Alvin, unit apartemen yang dibangun terdiri atas tiga tipe, yakni studio 22 meter persegi (m2), 2 kamar 36 m2—38 m2, dan 3 kamar 45 m2. Saat ini harga jual apartemen itu diklaim tercatat  Rp11,50 juta per meter persegi.

Alvin menuturkan bahwa keunggulan yang ditawarkan oleh PGV antara lain adanya infrastruktur dan sarana transportasi umum kereta ringan (light rail transit/LRT) yang sedang dibangun pemerintah.

Alvin mengungkapkan bahwa konsep PGV terinspirasi oleh lanskap wisata kuliner Clarke Quay di Singapura. Akan tetapi, sungai yang digunakan APLN ini bukan sungai buatan sebagaimana halnya Clarke Quay.

Perusahaan, katanya, akan menata Sungai Cikeas menjadi riverside walk food & beverage. Para penghuni maupun pengunjung bisa menikmati suasana sembari berkuliner.

Alvin menambahkan bahwa karena tingginya animo masyarakat di Kota Depok, APLN juga telah menghadirkan rumah tapak yang eksklusif dengan pemandangan sungai yang alami dan sangat terbatas sekali jumlahnya selain hunian vertikal. “Hadirnya rumah tapak ini bertujuan untuk turut meramaikan pasar properti di kawasan Depok.”

Tag : agung podomoro, depok
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top