Perkuat Kelistrikan Sulsel, PLTU Punagaya dan PLTU Jeneponto Ekspansi Siap Diresmikan Presiden

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagaya, yang berkapasitas 2x100 Megawatt (MW) dan dibangun sejak Mei 2015, kini memperkuat sistem kelistrikan daerah Sulawesi bagian selatan.
Denis Riantiza Meilanova | 02 Juli 2018 08:29 WIB
PLTU Pelabuhan Ratu di Sukabumi, Jawa Barat. - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JENEPONTO -- Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagaya, yang berkapasitas 2x100 Megawatt (MW) dan dibangun sejak Mei 2015, kini memperkuat sistem kelistrikan daerah Sulawesi bagian selatan.

Peresmian pengoperasian PLTU ini rencananya dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Senin (2/7/2018). Selain itu, Presiden Jokowi juga akan meresmikan PLTU Jeneponto Ekspansi yang berkapasitas 2x135 MW.

Direktur Human Capital Management PT PLN (Persero) Muhamad Ali mengatakan pihaknya berupaya agar sejumlah proyek pembangkit listrik dapat segera mengalirkan energi untuk dinikmati masyarakat.

“Tambahan pasokan ini akan meningkatkan kapasitas dan keandalan listrik, khususnya di Sulawesi bagian selatan, sehingga dapat menunjang investasi di daerah ini yang tengah meningkat,” ujarnya di Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (1/7).

Kedua pembangkit ini merupakan bagian dari program 35.000 MW yang terus dikebut pekerjaannya agar dapat mencukupi kebutuhan listrik di Indonesia. Saat ini, jumlah pembangkit program 35.000 MW yang telah beroperasi dan komisioning mencapai 2.114 MW.

Sementara itu, kapasitas pembangkit yang sedang dalam proses konstruksi mencapai 16.686 MW dan kapasitas pembangkit dalam proses financial close sekitar 13.481 MW.

“PLN juga akan segera membangun transmisi 275 kV untuk mengevakuasi daya dari selatan ke tenggara, mengingat tingginya potensi industri smelter di sana,” ungkap Ali.

PLTU Punagaya 2x100 MW merupakan pembangkit milik PLN yang berlokasi di Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulsel. Investasi PLTU ini mencapai US$290 juta dengan melibatkan 1.000 tenaga kerja.

Unit 1 PLTU Punagaya telah beroperasi pada Desember 2017 dan Unit 2 pada Februari 2018.

Adapun PLTU Jeneponto Ekspansi 2x135 MW milik Independent Power Producer (IPP) mulai mengalirkan energi listrik ke sistem Sulawesi bagian selatan pada November 2017. Pembangkit ini juga menyerap tenaga kerja mencapai 1.000 orang pada tahap konstruksi dan 100 orang pada tahap operasi.

Hadirnya kedua PLTU besar ini akan menambah daya mampu sistem kelistrikan Sulawesi bagian selatan menjadi 1.600 MW. Sementara itu, beban puncak kelistrikannya mencapai 1.100 MW.

Tambahan listrik ini juga akan menunjang investasi di Sulsel, yang merupakan salah satu daerah dengan daya tarik investasi tinggi di Indonesia.

Tag : pltu
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top