276 Penerbangan dari Ngurah Rai Dibatalkan. 261 Penumpang Alih Moda Transportasi

Otoritas Bandara Ngurah Rai mencatat telah ada sebanyak 261 penumpang hingga Jumat (29/6/2018) siang yang melakukan alih moda transportasi darat lantaran penutupan operasional penerbangan akibat abu vulkanik Gunung Agung.
Ni Putu Eka Wiratmini | 29 Juni 2018 12:53 WIB
General Manager Banda Udara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi, Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali Nusra Herson, dan General Manager Airnav Denpasar Rosedi memberikan keterangan ke media terkait penutupan Bandara Ngurah Rai. - Bisnis/Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, DENPASAR – Otoritas Bandara Ngurah Rai mencatat telah ada sebanyak 261 penumpang hingga Jumat (29/6/2018) siang yang melakukan alih moda transportasi darat lantaran penutupan operasional penerbangan akibat abu vulkanik Gunung Agung.

Adapun dari 261 penumpang, 31 di antaranya diantarkan menuju Pelabuhan Padang Bai, 1 orang menuju Terminal Mengwi, dan 229 menuju Bandara Juanda, Surabaya.

Sementara, informasi terbaru dari Bandara Ngurah Rai, jumlah pesawat yang batal terbang pada Jumat (29/6/2018) sebanyak 85 penerbangan internasional dengan penumpang terdampak 7.610 orang, dan 191 penerbangan domestik dengan penumpang terdampak 8.181 orang. Sehingga totalnya, ada 276 penerbangan yang batal dengan jumlah penumpang 15. 791 orang.

Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali Nusra Herson memastikan penanganan penumpang di Bandar Udara Ngurah Rai akan mendapat pelayanan yang lebih baik dibandingkan ketika Gunung Agung erupsi tahun lalu.

Menurutnya, lantaran pengalaman tahun lalu, maskapai maupun otoritas bandara telah meningkatkan standar operasi pelayanan. Misalnya, sejak penutupan bandara pada Jumat (289/6/2018) dini hari atau pukul 03.00 WITA, bus-bus yang siap mengangkut penumpang ke bandara terdekat telah disediakan.

Selain itu, koneksi dengan bandara terdekat terkait keberangkatan penumpang juga sudah dilakukan. Bahkan maskapai juga telah siap melayani penumpang yang ingin melakukan refund maupun reschedule penerbangan dengan cara menghubungi airline masing-masing.
Kata dia, semua pelayanan tersebut berkaca dari evaluasi tahun lalu.

“Untuk mitigasi tahun lalu kan masih ada kelemahan tentang penanganan penumpang, dan ini yang kita tekankan untuk mengubah standar prosedur supaya tidak ada masalah,” katanya, Jumat (29/6/2018).

Pemerintah daerah di Bali telah menyiapkan hingga 50 bus untuk pemberangkatan penumpang ke bandara terdekat, salah satunya yang berlokasi di Surabaya lantaran ditutupnya operasional Bandara Ngurah Rai.

Saat ini baru 7 bus yang diparkirkan di Bandara Ngurah Rai untuk mengangkut penumpang. Beberapa bus pun telah dberangkatkan. Sesuai jadwal, bus nantinya akan berhenti pada malam hari di Pasir Putih untuk istirahat makan malam yang juga diberikan secara gratis. Setelah itu, bus kembali melanjutkan perjalanan.

Adapun bus yang dikhususkan untuk pemberangkatan penumpang ini merupakan armada Trans Sarbagita yang khusus mengangkut masyarakat Bali yang berada di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan pelayanan ini merupakan standar operasi yang telah ada sejak Bandara Ngurah Rai ditutup tahun lalu lantaran erupsi Gunung Agung.

Kata dia, selain angkutan gratis, Pemerintah Bali bersama industri pariwisata telah mengeluarkan kebijakan gratis menginap satu malam ke penumpang yang terdampak.

Selain itu, imigrasi juga dipastikan siap memberikan perpenjangan visa jika nantinya penutupan operasional Bandara Ngurah Rai diperpanjang.

“Saya sudah bicara semua dengan perwakilan airline mudah-mudahan mereka segera menyampaikan ke calon penumpang untul menunggu di hotel,” katanya.

Tag : bandara ngurah rai, gunung agung
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top