Integrasi Transaksi Tol JORR Untungkan Dunia Logistik

Rencana pemerintah untuk mengintegrasikan sistem transaksi di ruas tol lingkar luar Jakarta atau JORR cukup menguntungkan bagi industri logistik termasuk angkutan barang.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 28 Juni 2018 14:31 WIB
Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana pemerintah untuk mengintegrasikan sistem transaksi di ruas tol lingkar luar Jakarta atau JORR cukup menguntungkan bagi industri logistik termasuk angkutan barang.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman mengatakan secara umum adanya integrasi tersebut akan membuat tarif tol untuk angkutan barang cenderung lebih murah.

“Untuk besarannya, tarif bisa hemat sekitar 50%. Memang untuk jarak dekat akan lebih mahal, tapi ini akan menguntungkan karena biaya tol kan 3%-4% dari biaya angkutan,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (28/6/2018).

Sementara itu, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai integrasi sistem transaksi tol JORR memang didesain untuk angkutan logistik sehingga ongkos logistik bisa lebih murah.

“Jadi kalau integrasi lebih menguntungkan angkutan logistik adalah hal yang wajar, bahkan positif. Turunnya tarif tol untuk angkutan logistik di tol JORR diharapkan bisa menurunkan logistic fee dan bahkan turunnya harga di sisi end user,” terangnya.

Di sisi lain, Tulus menilai integrasi tarif dari sisi pelayanan harus menjadi target untuk meningkatkan pelayanan, khususnya aspek Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol. Pasalnya, integrasi akan memangkas keberadaan beberapa gerbang tol, sehingga memangkas lamanya transaksi dan antrian.

Namun, YLKI mengingatkan pemerintah agar integrasi ini tidak membuat adanya kenaikan tarif secara terselubung. Sebab, kenaikan tarif tol sudah diatur setiap dua tahun sekali.

“Oleh karenanya, pengelola jalan tol harus bisa membuktikan bahwa revenue pengelola tol tidak naik pasca integrasi. Jika revenue tambah berarti ada kenaikan tarif secara terselubung, sepihak, dan pelanggaran terhadap PP tentang Jalan Tol," lanjutnya.

Integrasi tarif ini akan dilakukan dalam waktu dekat oleh Kementerian PUPR dan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) di beberapa ruas jalan tol, salah satunya ruas tol lingkar luar.

Integrasi tersebut akan memberatkan pengguna tol jarak pendek, khususnya kendaraan pribadi, dan akan menguntungkan untuk pengguna tol jarak jauh.

Sebagai contoh, untuk jarak terpendek yang biasanya Rp3.500 akan menjadi Rp15.000. Sementara itu, untuk jarak terjauh, melewati tiga gerbang tol yang biasanya Rp22.000 akan terpangkas menjadi Rp15.000 saja.

Tag : logistik, jorr
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top