KFC Singapura Tidak Lagi Gunakan Sedotan dan Tutup Plastik

Dilansir dari AsiaOne, KFC Singapura menjadi restoran makanan cepat saji pertama di Singapura yang menghentikan penggunaan plastik dan sedotan.
Eva Rianti | 22 Juni 2018 13:53 WIB
Ilustrasui - KFC Singapura

Bisnis.com, JAKARTA – Belakangan ini, baik individu maupun perusahaan-perusahaan besar mengambil berbagai langkah untuk mengurangi penggunaan plastik.

Sebut saja IKEA, perusahaan furniture asal Swedia ini pada awal Juni 2018 telah mengumumkan untuk menghentikan penjualan produk plastik sekali pakai seperti sedotan, cangkir, dan tas plastik per 1 Januari 2020.

Dilansir dari AsiaOne, KFC Singapura menjadi restoran makanan cepat saji pertama di Singapura yang menghentikan penggunaan plastik dan sedotan.

Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan plastik di 84 restoran KFC di Singapura. Mereka tidak lagi menyajikan minuman dengan tutup plastik dan sedotan sejak Rabu, 20 Juni 2018.

General Manager Kentucky Fried Chicken Management Pte Ltd. Lynette Lee menuturkan bahwa pihaknya menyadari adanya kerusakan yang ditimbulkan plastik terhadap lingkungan. KPF Singapura memilih langkah untuk mengambil bagian dalam melakukan perubahan.

“Kami bangga menjadi restoran makanan cepat saji pertama di Singapura yang memperjuangkan gerakan ini,” ungkap Lee.

Langkah ini diperkirakan akan mengurangi sebanyak 17,8 metrik ton plastik sekali pakai dalam setahun.

Di samping itu, sebagai upaya sadar terhadap lingkungan yang berkelanjutan, pihak KFC Singapura berkomitmen untuk terus meninjau dan meluncurkan penggunaan kemasan yang lebih biodegradable.

Tag : kfc
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top