Lion Parcel & Himbara Gandeng BUMDes Garap Potensi Desa

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi memacu ekonomi perdesaan dengan menggandeng pihak swasta. Kini, Lion Parcel dan Himbara didorong melakukan kemitraan dengan BUMDes.
Fatkhul Maskur | 26 Mei 2018 13:19 WIB
Layanan dari pintu ke pintu. - Lion Parcel

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus memacu ekonomi perdesaan dengan menggandeng pihak swasta. Kini, Lion Parcel dan Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) didorong melakukan kemitraan dengan BUMDes (badan usaha milik desa).

Lion Parcel adalah perusahaan didirikan pada 14 Februari 2013 dan bergerak dalam bidang jasa kurir domestik dan internasional. Lion Parcel memiliki modal dan jaringan operasional yang andal dengan dukungan pesawat terbang Lion Air Group.

Adapun Himbara beranggotakan bank milik pemerintah yakni BNI, BRI, Mandiri, dan Bank BTN. Lion Parcel dan Himbara bersepakat mewujudkan percepatan pertumbuhan ekonomi tersebut melalui kerja sama dengan BUMDes.

"Tadi kita menyaksikan kerjasama antara BUMDes, Lion Parcel, dan bank. Kerjasama BUMDes ini selain menambah pendapatan dan nilai ekonomi, juga nilai tambah produk di desa. Beberapa waktu lalu Kemendes PDTT mengadakan pameran BUMDes di Malaysia, BUMDes bisa proaktif langsung ke sentra-sentra produksi di desa," ujar Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo, dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Sabtu (25/5/2018).

Dirinya menambahkan, kerjasama dengan Lion Parcel akan sangat berguna untuk mengakselerasi transaksi produk unggulan desa melalui e-commerce dari BRI dan BNI. Ia mencontohkan, ke depan konsumen bisa membeli alpukat langsung dari desa secara online.

"Kalau model ini jadi, masyarakat desa tidak akan menganggur dan berpenghasilan di atas 2 juta. Ini tentu akan menguntungkan petani," sambungnya.

Menurutnya, banyak BUMDes yang sukses tidak terlepas dari manajemen pelatihan dan pendampingan. Untuk terus meningkatkan kapasitas aparat desa termasuk pemahaman mengenai e-commerce, lanjutnya, Kemendes PDTT pun telah meluncurkan Akademi Desa 4.0 yang berfungsi sebagai lembaga pelatihan.

"Dalam Akademi Desa 4.0 diajarkan bagaimana mengelola BUMDes secara virtual, jadi masyarakat bisa belajar dan kita fasilitasi. Sehingga target tiap desa punya 1 BUMDes bisa tercapai di 2019. Saat ini ada sekitar 32.000 BUMDes. Perlu terus disosialisasikan keberhasilan BUMDes supaya bisa menginspirasi desa lain, bisa dicontoh dan di kloning," ujar Menteri Eko.

Manager Operasional Lion Grup, Edward Sirait mengatakan, pihaknya menyambut baik karena dipercaya memiliki kesempatan kerjasama bersama Lion Parcel, Himbara, dan BUMDes. Dirinya pun berharap, ke depan bentuk kerjasama yang dilakukan tidak hanya di bidang logistik, melainkan juga untuk penjualan tiket dan lainnya.

"Dengan dibantu dan didukung penuh Bank dan produknya memang ada, harusnya BUMDes bisa jalan. Apa yg dibuat Pak Eko adalah sejarah baru, produk desa dijadikan badan usaha," katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga terdapat penyerahan corporate social responsibility (CSR) berupa bantuan perbankan kepada BUMDes Mitra Binaan yang menjadi agen Lion Parcel.

Hal tersebut diberikan sebagai upaya pengembangan BUMDes. Sejumlah BUMDes yang mendapatkan bantuan CSR tersebut di antaranya BUMDes Maju Mandiri, BUMDes Bengkuyung, BUMDes Karya Mandiri, BUMDes Amarta, BUMDes Laksana Mandiri, dan BUMDes Hanjuang.

Tag : Lion Air Delay, LION Parcel
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top