Selama Libur Lebaran, AP I Hentikan Proyek di Sisi Udara

PT Angkasa Pura I (Persero) menghentikan seluruh kegiatan pembangunan di sisi udara bandara, termasuk penebalan landasan pacu (overlay runway) selama libur Lebaran guna mengoptimalkan layanan penerbangan.
Rio Sandy Pradana | 23 Mei 2018 14:20 WIB
Penumpang berjalan di area parkir pesawat saat tiba di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (18/6). - Antara/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Angkasa Pura I (Persero) menghentikan seluruh kegiatan pembangunan di sisi udara bandara, termasuk penebalan landasan pacu (overlay runway) selama libur Lebaran guna mengoptimalkan layanan penerbangan.

Direktur Operasional Angkasa Pura (AP) I Wendo Asrul Rose mengatakan penghentian pembangunan tersebut akan dimulai pada H-8 hingga H+8 Lebaran. Kebijakan tersebut juga menjadi salah satu instruksi dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Seluruh kegiatan pembangunan di air side berhenti, supaya kapasitas operasional penerbangan bertambah karena banyak maskapai yang mengajukan extra flight," ujarnya, Rabu (23/5/2018).

Wendo menambahkan terdapat lima bandara yang sedang melakukan pekerjaan overlay runway, yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Syamsuddin Noor di Banjarmasin, dan Bandara Hasanuddin di Makassar.

Overlay tersebut, lanjutnya, sangat diperlukan karena telah terjadi tren pertumbuhan penumpang yang tinggi pada kelima bandara tersebut sehingga berdampak pada meningkatnya jumlah pesawat. Selain itu, jumlah pesawat berlorong ganda (wide body) juga semakin banyak.

Wendo menuturkan pekerjaan yang telah dimulai sejak 2017 tersebut membutuhkan waktu dua tahun, sehingga ditargetkan rampung pada 2019. Lamanya pekerjaan disebabkan pengerjaan tidak bisa secara sekaligus, harus dilakukan per segmen.

Terlebih, pengerjaan dilakukan di luar jam operasi bandara. Hingga saat ini tidak ada kendala besar yang dialami, hanya sebatas gangguan cuaca.

Overlay tersebut bisa mencegah kejadian roda pesawat yang amblas saat parkir atau lepas landas di bandara. Beberapa waktu lalu, pesawat milik Lion Air dengan kode penerbangan JT922 harus mengalami keterlambatan keberangkatan (delay) karena kondisi aspal di ujung runway di Bandara Juanda dalam kondisi amblas.

"Kejadian di Surabaya sedang dalam tahap evaluasi. Namun, proyek overlay ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi," tambahnya.

Tag : angkasa pura i
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top