Trafik Penerbangan Selama Libur Lebaran Diprediksi Naik 10%

Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia memprediksi kenaikan pergerakan pesawat selama libur Lebaran tahun ini mencapai 10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Rio Sandy Pradana | 23 Mei 2018 14:09 WIB
AirNav Indonesia. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia memprediksi kenaikan pergerakan pesawat selama libur Lebaran tahun ini mencapai 10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto mengatakan pertumbuhan pergerakan pesawat (aircraft movement) pada musim Lebaran 2017 sebanyak 77.010 pergerakan, atau tumbuh 7,7% dari 71.473 pergerakan pada 2016. 

"Tahun ini kenaikan masih linier. Prediksi kami bisa mencapai hingga 10%," kata Novie, Rabu (23/5/2018).

Dia menuturkan sejumlah upaya yang dipersiapkan antara lain kesiagaan dan kewaspadaan terhadap peningkatan lalu lintas udara, kesiapan personel, dan fasilitas navigasi. Selain itu, identifikasi hazard, mitigasi, dan contingency.

Pihaknya telah mempersiapkan sebanyak 3.222 personel selama periode libur Lebaran dengan 1.619 orang diantaranya terkonsentrasi pada bagian pengatur lalu lintas udara (air traffic controller/ATC) Di beberapa bandara besar. Seluruh personel diminta untuk tidak mengajukan cuti pada saat tersebut.

Upaya contingency yang dipersiapkan salahsatunya terkait dengan bencana erupsi gunung berapi, yakni penetapan status buka tutup operasional bandara, skenario pengalihan pendaratan (divert) pesawat menuju bandara terdekat, dan melakukan koordinasi terkait dengan ketersediaan parking stand.

"Selain itu mengoptimalkan seluruh jalur penerbangan yang tersedia, termasuk jalur selatan Jawa [Tango One/T1]," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
extra flight

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top