Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KFC Siap Buka 50 Gerai Baru Tahun Ini

PT Fastfood Indonesia Tbk., pemegang lisensi Kentucky Fried Chicken (KFC), berencana menambah 50 gerai baru pada tahun ini yang terdiri dari 30 gerai KFC regular dan 20 KFC Box yang dikhususkan untuk konsumen dengan mobilitas tinggi.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 06 April 2018  |  07:46 WIB
KFC - Istimewa
KFC - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Fastfood Indonesia Tbk., pemegang lisensi Kentucky Fried Chicken (KFC), berencana menambah 50 gerai baru pada tahun ini yang terdiri dari 30 gerai KFC regular dan 20 KFC Box yang dikhususkan untuk konsumen dengan mobilitas tinggi.

General Manager Marketing KFC Indonesia Hendra Yuniarto mengatakan pada tahun ini pihaknya mulai mengarahkan pengembangan gerai baru di wilayah timur Indonesia dan menjangkau daerah lapis kedua seperti kota/kabupaten di Pulau Jawa.

“Kami target selalu 30 untuk regular, KFC Box 20, jadi minimal 50. Untuk capex [capital expenditure/belanja modal], kami siapkan Rp5 miliar-Rp10 miliar untuk satu gerai, tergantung dari fasilitas yang akan disediakan,” ujarnya, Kamis (5/4/2018).

Hendra membandingkan pada tahun lalu pihaknya membuka total 94 gerai baru, tapi 20 di antaranya ditutup secara permanen. Dengan demikian, pada tahun lalu pihaknya membuka 74 gerai baru. Adapun total jumlah gerai KFC saat ini telah mencapai 638 gerai di seluruh Indonesia.

“[Persaingan] di Jakarta kayaknya sudah ketat, jadi kami akan mulai ke Jawa, Kudus, daerah pinggiran mulai kami masukkan. Strategi kami menggunakan KFC Box,” terangnya.

Hendra menambahkan pihaknya juga mulai menggunakan daging ayam probiotik 100% di tiga gerai KFC di Jakarta yaitu di kawasan Kemang, Gunawarman, dan Kelapa Gading. Daging ayam ini diklaim memiliki serat yang lebih banyak dibandingkan daging ayam biasa, kadar lemak yang lebih rendah, dan dibudidayakan dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

Dari 80 ton-90 ton kebutuhan daging ayam KFC per hari, penjualan daging probiotik di tiga gerai tersebut rata-rata mencapai 24 ton per hari. Adapun dari 11 perusahaan pemasok ayam yang digunakan perseroan, baru satu perusahaan yang sanggup menyediakan ayam probiotik.

Alasan itulah yang diakui menjadi salah satu kendala untuk lebih menggunakan ayam probiotik. Pasalnya, setiap perusahaan pemasok ayam probiotik harus mengeluarkan investasi tambahan untuk menyesuaikan standar kandang dan kebersihan pakan.

“Di sini [KFC Kemang] sudah 100% daging ayam probiotik. Jadi, kami pertama kali uji coba penjualan pada November tahun lalu, lalu pada Januari mendadak putus [pasokan] karena gagal panen,” ungkapnya.

Selain itu, penggunaan ayam probiotik juga memiliki segmen konsumen yang premium. Pasalnya, terdapat perbedaan harga sedikit lebih mahal antara ayam probiotik dan regular.

President Director PT Biotech Inti Organik Jarot S Puguh menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN)  dan menyatakan setiap penduduk Indonesia berhak menikmati panganan yang sehat dengan harga yang terjangkau. Hal itulah yang melatarbelakangi perseroan mulai menawarkan daging ayam probiotik kepada KFC.

“KFC disuplai oleh belasan industri rumah potong ayam. Kami bermitra dengan yang memiliki SOP [Standard Operating Procedure] terjamin,” jelasnya.

Jarot mengatakan probiotik selama ini dikenal dalam minuman asal Jepang yang mengandung bakteri baik yang dapat membersihkan usus. Dengan diperkenalkannya daging probiotik oleh KFC, diharapkan masyarakat semakin mengenal jenis daging ayam yang dinilai lebih sehat ini sehingga lebih banyak lagi peternak yang tertarik membudidayakan ayam secara probiotik.

Dalam satu bulan pihaknya dapat membudidayakan ayam probiotik sebanyak 8.000-10.000 ekor. Adapun CPIN merupakan pemasok terbesar daging ayam untuk KFC, dengan persentase mencapai lebih dari 50%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel kfc
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top