Pembebasan Lahan Tol Serang-Panimbang Rampung Juni 2018

PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) menargetkan pembebasan lahan milik masyarakat dalam proyek strategis nasional tol SerangPanimbang sepanjang 83,7 kilometer (km) dapat rampung sesuai target yakni pada Juni 2018.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 03 April 2018  |  07:07 WIB
Pembebasan Lahan Tol Serang-Panimbang Rampung Juni 2018
Trase jalan tol Serang-Panimbang. - Pemprov Banten

Bisnis.com, JAKARTA – PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) menargetkan pembebasan lahan milik masyarakat dalam proyek strategis nasional tol Serang—Panimbang sepanjang 83,7 kilometer (km) dapat rampung sesuai target yakni pada Juni 2018.

Direktur Utama WSP Entus Asnawi mengatakan saat ini sebanyak 35% lahan ruas tol Serang—Cileles yang dikerjakan pihaknya telah rampung. Proses musyawarah, appraisal, dan pembayaran terus dilakukan untuk mempercepat proses pembangunan.

Pada Juni 2018, dia menargetkan sebanyak 80% lahan sudah dapat dibebaskan yang merupakan tanah masyarakat. Sementara itu, 20% sisanya yang merupakan lahan milik BUMN akan menyusul sembari konstruksi fisik dilakukan.

“Kira-kira Juni rampung untuk tanah masyarakat. Untuk tanah lembaga seperti milik PTPN dan Perhutani, mungkin menyusul karena administrasinya biasanya lebih lama,” ujar Entus kepada Bisnis, Senin (2/4/2018).

Sejauh ini, dia menuturkan pembebasan lahan masyarakat cenderung tidak terlalu bermasalah. Salah satu tantangan dalam pembebasan lahan adalah adanya lahan sengketa dan pemilik yang tidak jelas, tapi kasus tersebut hanya terjadi sekitar 5% dari total jumlah lahan yang harus dibebaskan.

Adapun jumlah pembebasan lahan yang dibutuhkan sebanyak 5.507 bidang tanah dengan luas 758 hektare (ha) yang terbentang melewati 14 kecamatan dan 51 desa.

Entus menyatakan saat ini pihaknya sudah melakukan sejumlah pekerjaan struktur tapi belum bisa menggarap pekerjaan tanah mengingat frekuensi hujan yang belakangan ini terjadi. Pihaknya sudah melakukan pemancangan dan pembesian di sejumlah area.

“Sementara itu, untuk pengerjaan fisik sudah ada beberapa, misalnya membuat rangka besi untuk cross grain, memancang overpass, clearing tanah,” sebutnya.

Seperti diketahui, pembangunan jalan tol Serang—Panimbang sepanjang 83,7 km dibagi menjadi tiga seksi yakni seksi 1 (Serang—Rangkas Bitung) sepanjang 26,50 km, seksi 2 (Rangkas Bitung—Bojong) sepanjang 33 km, dan seksi 3 (Bojong—Panimbang) dengan panjang 24,40 km.

Dalam proyek yang dibangun dengan skema Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) tersebut, pemerintah hanya akan mengerjakan seksi II sepanjang 33 km. Sementara itu, 50,67 km sisanya dikerjakan oleh WSP.

Nilai investasi proyek yang dikerjakan oleh WSP mencapai Rp5,3 triliun, sedangkan yang dikerjakan pemerintah sekitar Rp3,3 triliun. Tol tersebut dibangun untuk mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung, serta dimaksudkan untuk membangun konektivitas dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah Banten.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, banten west jawa

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top