Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fokus Kinerja, Serikat Karyawan TPK Koja Dilebur

Serikat Pekerja TPK Koja melakukan langkah taktis dalam menghadapi ketatnya persaingan antarterminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Akhmad Mabrori
Akhmad Mabrori - Bisnis.com 22 Maret 2018  |  00:29 WIB
Seorang pekerja berjalan di atas kontainer di Terminal Peti Kemas Koja di Tanjung Priok, Jakarta. - Reuters/Nyimas Laula
Seorang pekerja berjalan di atas kontainer di Terminal Peti Kemas Koja di Tanjung Priok, Jakarta. - Reuters/Nyimas Laula

Bisnis.com, JAKARTA - Serikat Pekerja TPK Koja melakukan langkah taktis dalam menghadapi ketatnya persaingan antarterminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Oleh karena itu, dua serikat karyawan yang ada di TPK Koja sepakat untuk melebur diri menjadi satu.

Langkah ini diambil serikat karyawan TPK Koja untuk menjamin kinerja perusahaan semakin solid, sehingga kesejahteraan karyawan diharapkan kian membaik.

"Fokus kami adalah mendukung upaya manajemen untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Kami tidak ingin mengorbankan nasib ratusan karyawan Koja yang sudah tergantung pada perusahaan ini," jelas Joko Supriyanto, Ketua SP TPK Koja melalui siaran pers pada Rabu (21/3/2018).

Bersatunya Serikat Pekerja Bersatu (SPB) TPK Koja dengan Serikat Pekerja (SP) TPK Koja dilakukan pada Selasa (20/3/2018) dengan disaksikan oleh Kepala Sudinaker Jakarta Utara, Dwi Untoro dan Manajemen TPK Koja yang diwakili oleh Deputy GM Nurjadin Surur.

Bersatunya Serikat Pekerja TPK Koja tersebut juga mendapat respon positif dari Kasudinakertrans Jakarta Utara Dwi Untoro.

Menurutnya, langkah para pekerja di TPK Koja tersebut sangat positif untuk meningkatkan daya saing perusahaan ditengah persaingan antar terminal yang semakin ketat di Tanjung Priok.

"Jika memang ada perselisihan dengan manajemen, pekerja bisa datang ke sudinaker untuk mencari solusi bersama. Bersatunya pekerja akan memperkuat perusahaan dan layanan di Pelabuhan Tanjung Priok," tuturnya.

Beroperasinya New Priok Container Terminal One (NPCT1) membuat persaingan antarterminal peti kemas semakin ketat.

Apalagi NPCT1 yang dimotori oleh operator pelabuhan asing kelas dunia seperti Mitsui & Co Ltd. (Mitsui) dan Nippon Yusen Kabushiki Kaisha (NYK Line) dari Jepang serta PSA International Pte Ltd (PSA) dari Singapura. Ketiga perusahaan tersebut bersama Pelindo II adalah pemilik NPCT1.

Selain NPCT1, di Tanjung Priok juga telah beroperasi PT Jakarta International Container Terminal (JICT), PT Mustika Alam Lestari (MAL), TPK Koja dan Terminal 3 Priok.

JICT saat ini merupakan operator terminal peti kemas terbesar di Tanjung Priok dengan kapasitas 2,8 juta TEUs per tahun. Sementara TPK Koja tahun ini ditargetkan 754.000 TEUs.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tpk koja
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top