Penurunan Tarif Jalan Tol Segera Dibahas

Pengelola jalan tol, baik swasta maupun BUMN menyatakan persetujuannya terhadap rencana pemerintah menurunkan tarif tol asalkan tingkat pengembalian (Internal Rate of Return/IRR) sesuai dengan perjanjian semula.
Amanda Kusumawardhani | 22 Maret 2018 16:53 WIB
Kendaraan melintasi salah satu ruas Jalan tol Semarang-Batang di Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA — Pengelola jalan tol, baik swasta maupun BUMN menyatakan persetujuannya terhadap rencana pemerintah menurunkan tarif tol asalkan tingkat pengembalian (Internal Rate of Return/IRR) sesuai dengan perjanjian semula.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Desi Aryani menyetujui rencana pemerintah untuk menurunkan tarif tol dengan beberapa persyaratan.

“Sebenarnya yang prinsip adalah IRR-nya. Sepanjang tarif dikurangi, konsensi dipanjangin, kemudian klasternya dibikin seperti itu [klasterisasi logistik] dan IRR-nya enggak turun, kita support,” jelasnya di Istana Negara, Kamis (22/3/2018).

Menurutnya, penurunan tarif tol bakal berdampak positif terhadap ketahanan logistik dan daya saing nasional. Sejauh ini, dia mengakui bahwa kedua belah pihak yakni pemerintah dan pengelola jalan tol sudah setuju penurunan tarif tol akan diikuti dengan perpanjangan konsesi.

Pada saat yang sama, Direktur PT Astratel Nusantara Wiwiek D. Santoso juga tidak keberatan dengan rencana pemerintah tersebut. Dia menilai jika dilihat dari sudat pandang investor, baik BUMN maupun swasta, lebih memprioritaskan kepada kepastian yang dijanjikan sejak awal.

“Berdasarkan itu kan, investor mau menanamkan uangnya. Jadi sepanjang IRR terjaga seperti perjanjian awal, sharing risk terjaga, dan ada kepastian untuk pengembalian itu, saya kira masih baik,” tambahnya.

Tag : jalan tol, jasa marga, bpjt
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top