Kebut Target, Penyelesaian Sertifikasi 4 Lahan KEK Dipercepat

Pemerintah mempercepat penyelesaian sertifikasi lahan empat kawasan ekonomi khusus (KEK) untuk mengejar target operasi pada tahun ini. Keempat KEK tersebut adalah Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), Morotai, Bitung, dan Tanjung Api-api.
Annisa Sulistyo Rini | 18 Maret 2018 18:59 WIB
Sejumlah wisatawan berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (10/10). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah mempercepat penyelesaian sertifikasi lahan empat kawasan ekonomi khusus (KEK) untuk mengejar target operasi pada tahun ini. Keempat KEK tersebut adalah Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), Morotai, Bitung, dan Tanjung Api-api.

Enoh Suharto Pranoto, Sekretaris Dewan Nasional KEK, mengatakan dari keempat KEK tersebut, proses sertifikasi untuk KEK Morotai rampung pada April tahun ini, sedangkan sertifikasi lahan ketiga KEK lainnya selesai 29 Maret 2018.

“Untuk Morotai, masih ada persyaratan yang belum selesai. Ini untuk kejar siap operasi tahun ini,” ujarnya saat ditemui di kompleks Kemenko akhir pekan lalu.

Dia menerangkan percepatan proses sertifikasi ini adalah upaya untuk memberikan kepastian bagi investor yang akan masuk ke KEK. Saat ini, KEK Bitung telah membebaskan lahan seluas 92,96 hektare.

Lahan yang sempat disengketakan telah memiliki ketetapan hukum dari pengadilan setempat. Gubernur Sulawesi Utara telah memproses sertifikasi lahan ke Kementerian ATR/BPN melalui Kantor Wilayah Sulawesi Utara.

KEK MBTK juga telah menguasai lahan seluas 518,34 hektare, tetapi masih ada 6 hektare yang peta bidangnya belum lengkap. Dalam rapat koordinasi kemarin diputuskan bahwa apabila dalam waktu seminggu ini tidak bisa diselesaikan kelengkapan administrasi lahan yang 6 hektare maka proses sertifikasi untuk lahan yang sudah lengkap administrasinya akan dilanjutkan.

Kemudian, KEK Morotai sedang memproses sertifikasi 222 hektare lahan. Semua persyaratan dan kelengkapan administrasi sudah disampaikan kepada Kementerian ATR/BPN dan tinggal menunggu sertifikat terbit.

Sementara itu, KEK Tanjung Api-Api yang berlokasi di Sumatra Selatan belum berhasil membebaskan seluruh lahan. Dari target 200 hektare, lahan yang sudah berhasil dibebaskan seluas 153 hektare.

Menurut Enoh, KEK Bitung dapat mulai beroperasi pada Mei 2018, KEK MBTK Oktober 2018, KEK Tanjung Api-api dan KEK Morotai pada akhir Juni 2018.

Ismunandar, Bupati Kutai Timur, mengatakan KEK MBTK akan dijadikan pusat industri hilir kelapa sawit. Di wilayah tersebut terdapat 500.000 hektare perkebunan sawit. “Kami ingin mengembangkan sektor agribisnis, kalau industri yang paling besar saat ini ya industri batu bara,” katanya.

Dia menyebutkan pemerintah daerah Kutai Timur telah mulai membangun fasilitas infrastruktur kawasan MBTK, seperti pelabuhan. Ke depan, KEK ini diharapkan menjadi kawasan pertumbuhan baru untuk Kaltim karena pelabuhan yang ada langsung menghadap alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) 2.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kawasan ekonomi khusus

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top