Hanif Dhakiri: Perbaiki Pendidikan Calon Pekerja Migran

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengungkapkan, faktor pendidikan calon pekerja sedang diperbaiki oleh pemerintah, dengan meningkatkan pendidikan vokasi. Pasalnya angkatan kerja sebanyak 135 juta tahun ini, 60% diantaranya merupakan lulusan di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Rayful Mudassir | 09 Februari 2018 01:40 WIB
Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menyampaikan sambutan pada simposium Kadin Indonesia mengenai pendidikan vokasi, di Jakarta, Selasa (31/10). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengungkapkan, faktor pendidikan calon pekerja sedang diperbaiki oleh pemerintah, dengan meningkatkan pendidikan vokasi. Pasalnya angkatan kerja sebanyak 135 juta tahun ini, 60% diantaranya merupakan lulusan di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

“Kebanyakan ini yang mendominasi TKI. TKI Indonesia masih didominasi oleh latar belakang SD dan SMP,” kata Hanif Dhakiri di Gedung Kemenaker, Kamis (8/2/2018).

Tahun ini Kemnaker menargetkan dapat memberikan pelatihan peningkatan kemampuan dan kompetensi mencapai 500.000 calon pekerja. Angka ini meningkat jika dibanding tahun sebelumnya yakni sekitar 350.000 –  400.000 calon pekerja. 

Setelah mendapat pelatihan serta serifikasi profesional, calon pekerja akan ditempatkan ke luar negeri sesuai kebutuhan pekerja yang disampaikan oleh 12 atase ketenagakerjaan di 12 negara baik Timur Tengah maupun Asia Pasific.

Dia mengatakan, faktor pendidikan ini agaknya membuat kompetensi tenaga kerja luar negeri dari Indonesia kurang baik, sehingga kebanyakan ditempatkan sebagai asisten rumah tangga. Berbeda dengan sejumlah negara lain seperti Filipina.

Tenaga kerja Filiphina sebutnya, memiliki kecakapan berbahasa asing yang baik, sehingga pencari kerja lebih tertarik dengan pekerja dari negara itu. Meski begitu, pihaknya mengklaim servicise yang diberikan oleh tenaga kerja Indonesia merupakan yang terbaik. Hal ini menjadi nilai tambah serta diakui oleh negara penerima tenaga kerja.

“Kita akan meningkatkan pendidikan vokasi ini, termasuk juga bahasa. Semoga ini jadi investasi Sumber Daya Manusia yang berkualitas bagi calon pekerja Indonesia di luar negeri,” ujarnya.

Hanif menyampaikan kementeriannya telah menjalin kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif untuk memberikan pelatihan bahasa serta pemograman. Sehingga calon pekerja memiliki kemampuan lain sesuai kebutuhan saat ini. Pemerintah juga berkomitmen meningkatkan soft skill pekerja yakni managemen mengenai leadership.

Tag : tenaga kerja
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top