Pajak Jasa Kurir & Pergudangan Melejit, Ini Penyebabnya

Kontribusi pajak sektor jasa kurir dan pergudangan tumbuh mencapai dua digit. Ini penyebabnya.
Abdul Rahman | 29 November 2017 20:13 WIB
Karyawati sebuah perusahaan jasa kurir mendata paket kiriman. - Bisnis.com/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kontribusi pajak sektor jasa kurir dan pergudangan tumbuh mencapai dua digit.

Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan industri offline sudah bergeser ke online sehingga kegiatan transaksi gudang dan kurir sebagai penunjang transaksi online berkembang pesat.

Oleh karena itu, wajar jika berdampak positif terhadap pemasukan pajak final kegiatan usaha pergudangan serta kurir.

Dia menerangkan industri layanan pergudangan untuk transaksi dagang-el yang dikenal sebagai fullfilment warehouse memang tumbuh pesat, yang diiringi dengan kegiatan last mile delivery yang juga makin luas kegiatannya.

Hal ini menyebabkan adanya perubahan dan akan terus berubah karena barang yang ada sekarang masih produk-produk tersier. Kedepan trennya mengarah kepada produk sekunder dan pada akhirnya primer.

"Hal ini sudah terjadi di AS. Jadi, apa yang disampaikan Kemenkeu benar. Kalau istilah kami dari pasar tradisional ke pasar moderen," ujarnya kepada Bisnis pada Rabu (29/11 /2017).

Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi kontribusi pajak dari industri jasa kurir sampai dengan Oktober 2017 telah mencapai Rp224,97 miliar atau tumbuh 35,58%. Sedangkan untuk pergudangan mencapai Rp522,27 miliar atau tumbuh 16,85%.

Tag : pergudangan, jasa kurir
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top