RI Kini Produsen Jagung Terbesar ke-7 Dunia

Indonesia naik peringkat menjadi produsen jagung terbesar ke-7 di dunia dari posisi ke-9 tiga tahun lalu.
Sri Mas Sari | 23 November 2017 21:01 WIB
Buruh tani mengemas jagung manis ke dalam karung usai dipanen di area persawahan Kelurahan Ketami, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (7/6). - Antara/Prasetia Fauzani

Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia naik peringkat menjadi produsen jagung terbesar ke-7 di dunia dari posisi ke-9 tiga tahun lalu.

Kepala Bidang Komoditas Pangan Anna Astrid mengatakan peringkat itu ditetapkan berdasarkan volume produksi jagung di tiap negara yang direkam Badan Pangan Dunia (FAO).

Produksi jagung Indonesia pada 2014 hanya 748.320 bushels, sedangkan pada tahun ini, berdasarkan data ARAM-II 2017, produksi jagung mencapai 28 juta ton atau 1,1 miliar bushels. Satu bushel sama dengan 25,4 kg.

"Peningkatan produksi 2017 ini berkat program Upsus [upaya khusus) melalui pengembangan jagung 3 juta hektare, integrasi sawit/kebun dan Perhutani dengan jagung, kemitraan GPMT [Gabungan Pengusaha Masyarakat Ternak] dengan petani jagung dan kebijakan harga bawah di petani, sehingga mendongkrak menaikkan peringkat Indonesia dan pada 2017 sudah swasembada jagung. Pada tahun 2017 tidak ada impor jagung untuk pakan ternak," ujar Anna, Kamis (23/11/2017).

Adapun negara yang menempati peringkat 1 penghasil jagung di dunia adalah Amerika Serikat, disusul China peringkat ke-2, Brasil peringkat ke 3, Iowa peringkat ke-4, Argentina peringkat ke-5, dan Ukraina peringkat ke-6.

Indonesia berhasil juga mendekati Ukraina yang produksinya 1,3 miliar bushels. Pada 2018, Kementan mengarahkan untuk pengembangan 4 juta ha lahan jagung.

“Harapannya 1 sampai 2 tahun ke depan peringkat Indonesia akan naik menjadi peringkat 5 di atas Argentina dan Ukraina,” ujar Anna.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jagung

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top